Hot Todays

Tampilkan postingan dengan label sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sejarah. Tampilkan semua postingan

13/11/11

Buaya Purba dari Maroko Sepanjang 11 Meter

Fosil spesies buaya purba ditemukan di Maroko pada awal tahun 2.000-an dan dibawa ke Royal Ontario Museum di Kanada. Setelah satu dekade, palentolog akhirnya berhasil mengidentifikasi fosil tersebut dan mempresentasikan di Pertemuan Tahunan Masyarakat Palaentologi Vertebrata ke 71 di Las Vegas, AS minggu ini.

buaya purba maroko

Palaentolog menyatakan bahwa fosil itu adalah buaya purba, diberi nama ShieldCroc. Pemberian nama didasarkan pada karakteristik kepala yang dimiliki buaya itu. Menurut hasil konstruksi, buaya purba itu mempunyai lapisan tulang unik di kepala yang diselimuti oleh pembuluh darah dan lapisan kulit khusus.

Ukuran ShielCroc kurang lebih 9-11 meter dan tinggal di sungai, membuatnya disebut monster sungai. Spesies ini diperkirakan memangsa coelacanth yang berukuran panjang 4 meter. Meski memakan mangsa yang cukup besar, ShieldCroc memiliki rahang yang relatif lemah dibandingkan buaya modern.

Casey Holiday, palaentolog dari University of Missouri yang mengidentifikasi fosil buaya purba itu mengatakan, "Mereka adalah pemangsa yang cepat, menunggu mangsa datang dan mengambil dengan cepat, menelan dengan mulutnya yang besar dan berbentuk seperti keranjang, seperti cara pelikan menelan."

ShildCroc diperkirakan hidup 99 juta tahun yang lalu. Berdasarkan hasil perbandingan dengan buaya masa kini-meliputi buaya, kadal, dan aligator-ilmuwan memperkirakan bahwa lapisan yang dimiliki ShieldCroc berfumgsi membantu mengontrol temperatur badan dan berkomunikasi dengan individu sejenis lainnya.

Fitur hampir serupa juga dimiliki beberapa buaya modern. Misalnya, buaya Kuba memiliki tanduk di sisi kepalanya, yang pada jantan berfungsi untuk menarik perhatian betina sekaligus mengusir pejantan lainnya. Meski begitu, diketahui bahwa lapisan seperti pada ShieldCroc merupakan satu satunya yang pernah ditemukan.

Penemuan ShieldCroc mengindikasikan bahwa buaya berevolusi dari wilayah Mediterania. Selain itu, penemuan ini juga menunjukkan keragaman buaya di wilayah lintang selatan Bumi, termasuk Afrika.

"Ini pastinya menunjukkan bahwa Afrika adalah pusat beragam buaya hidup di tempat dan waktu yang sama," kata Holiday seperti dikutip situs National Geographic, Rabu (9/11/2011).

Sumber : sains.kompas.com

05/11/11

Ditemukan Bangunan Mirip Piramida di Jatim

Tim studi bencana katastropik purba merekomendasikan lokasi yang terdapat bangunan serupa piramida di daerah Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sebelumnya, hal serupa pernah diajukan atas beberapa lokasi di Jawa Barat. Erick Ridzky, koordinator tim peneliti katastropik purba, menyatakan ada penemuan tiga jenis lapisan bencana dengan risiko dan materi berbeda. Penemuan itu juga menunjukkan adanya lapisan tiga peradaban dari zaman yang berlainan.

piramida klothok kediri

"Setelah melakukan riset di Gunung Putri, Gunung Kaledong, dan Gunung Haruman, Jawa Barat, kami melangkah ke Trowulan, yang merupakan kompleks kerajaan Majapahit dan menemukan proses penimbunan akibat bencana dalam beberapa periode," ungkapnya. Tim Bencana Katastropik Purba yang diinisiasi Kantor Staf Khusus Presiden dan tim ahli gempa, Tsunami, dan ahli geologi bekerja untuk memperkuat kebutuhan data, dan katalog kebencanaan terhadap kebutuhan pokok mitigasi bencana.

Di kawasan Trowulan, yang mencakup luas 9 km x 11 km, dugaan pelapisan peradaban prasejarah teridentifikasi di bagian paling bawah. Sementara, bagian tengah ditaksir terjadi sekitar abad ke-9. Lapisan paling atas merupakan abad ke-12.

"Hasil analisa batuan kemudian ditambah dengan hasil citra GPR. Pendekatan struktur geologi dari foto udara menunjukkan adanya jajaran parit yang kami teliti. Hasilnya mencengangkan," ujarnya. Parit tersebut secara konsisten, baik dari analisa GPR dan hasil coring, memperlihatkan lapisan bata pertama ada di kedalaman 0.8 mtr, dan kedua pada kedalaman 2.5 meter. Setelah kedalaman 2.5 meter, selalu ditemukan lapisan kerakal berangkal yang tidak bisa ditembus oleh bor.

Buatan Manusia

Dalam pernyataan tertulis yang VIVAnews terima hari ini, Sabtu, 5 November 2011, Erick menyampaikan dugaannya atas bangunan yang diduga buatan manusia di Yogyakarta dan Kediri. Bangunan itu, menurutnya, menyerupai piramida atau candi yang diduga didirikan pada era prasejarah.

"Pada Bukit Klothok di Kediri, gundukan Candi Ijo berbah Sleman, kami menduga kuat ada bangunan prasejarah yang seni bangunannya menyerupai candi atau piramid," tegasnya.

Sumber : nasional.vivanews.com

26/10/11

Kapal Perang Kubilai Khan Ditemukan di Jepang

Ahli arkeologi kelautan Jepang menemukan kapal, yang diduga armada pasukan Mongol dari abad ke-13. Temuan arkeologi ini ditemukan 25 meter di bawah permukaan laut, di lepas pantai Nagasaki, Jepang.

kapal kubilai khan

Arkeolog Jepang ini berharap mereka bisa merekonstruksi pecahan keramik dari Dinasti Yuan, dari kapal milik armada Kubilai Khan ini. Mongol menguasai Cina sejak 1271 hingga 1368, dan saat itu Kubilai Khan mendirikan Dinasti Yuan di Cina  yang meliputi wilayah Cina dan Mongolia saat ini.  Adapun kapal ini diduga sebagai kapal dari armada kedua Mongol (yang terdiri dari 4.400 kapal perang), yang hilang tahun 1281.

Untuk meneliti kapal ini, arkeolog membuat kotak dan grid di lambung kapal yang memiliki panjang 12 meter ini. Ini dilakukan untuk membantu identifikasi dan mengenali karakter kapal perang berukuran panjang 20 meter ini.

"Penemuan ini sangat penting. Kami berencana terus mencari sesuatu yang bisa membantu mengungkap informasi mengenai keseluruhan kapal," kata Yoshifumi Ikeda, profesor arkeologi di Univeritas Ryukyus, Okinawa.

Kapal ini merupakan kapal pertama yang ditemukan utuh, sebagian besar badan kapal masih menempel, bahkan dengan paku. Para peneliti menyebut dalam kondisi baik untuk preservasi. Bahkan, para peneliti bisa mengetahui kalau kapal ini dicat dengan warna abu-abu terang.

"Saya percaya kami bisa lebih memahami  kemampuan membuat kapal saat itu, yang saat ini telah mengalami perubahan di kawasan Asia Timur," ujar Ikeda.

Lebih dari 4.000 artefak ikut ditemukan bersama reruntuhan kapal. Antara lain, keramik, bata untuk keseimbangan kapal, bola-bola meriam, dan jangkar batu. Semua temuan itu terhubung dengan armada yang digunakan Dinasti Yuan untuk menginvasi kawasan lain. 

Upaya armada laut Dinasti Yuan untuk menguasai Jepang yang dimulai pada 1274 berakhir bencana. Armada laut ini kemudian hancur oleh badai besar yang dikenal dengan nama "Kamikaze".

Sumber : teknologi.vivanews.com

Advertisements

Advertisements