Hot Todays

Tampilkan postingan dengan label olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label olahraga. Tampilkan semua postingan

23/11/11

Dua Suporter Tewas di GBK Akibat Petugas Lalai


Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)



96 NEWS |  TANGERANG - Ketua Fraksi Partai Demokrat, Jafsar Afsah mengatakan, tewasnya dua orang suporter di Gelora Bung Karno (GBK) karena kelalaian petugas keamanan.

"Ini merupakan out of control dari petugas keamanan. Meskipun polisi dan aparat yang berjaga saat itu sudah sangat banyak jumlahnya," ujarnya kepada okezone, di rumah duka, Rabu (23/11/2011).

Dijelaskan, jumlah pengunjung GBK saat laga Indonesia melawan Malaysia, mengalami lonjakan tajam. Hingga melebihi kapasitas yang seharusnya. "Tentunya, beribu-ribu itu, ada peningkatan volume pengunjung yang tidak lagi dapat ditampung. Animo masyarakat untuk menonton sangat tinggi," tambahnya.
Untuk itu, pihaknya mengucapkan rasa belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Ditambahkan, saat upacara penutupan SEA Games, semua pengunjung yang datang juga ikut berdukacita. Hal itu disampaikan dengan doa besama yang dipimpin langsung Wakil Presiden Boediono.

"Menpora tentunya akan menyampaikan. Semalam ada penutupan SEA Games, saya hadir di situ. Almarhum didoakan oleh seluruh hadirin," terangnya.



04/11/11

Kisah Suswanti, Atlet Balap Sepeda yang Belum Mengambil Ijazah

Purwokerto - Suswanti, atlet balap sepeda SEA Games, belum mengambil ijazahnya di sekolah tempat dulu ia belajar. Atlet pelatnas berusia 19 tahun itu tak mempunyai uang sebesar Rp 2 juta sebagai persyaratan untuk mengambil ijazah. ?Suswanti sudah lulus sejak 2010 lalu, tapi ijazahnya belum diambil,? ujar Sulemi, 60, kakek Suswanti, saat ditemui di rumahnya di Kelurahan Kranji Purwokerto Timur Banyumas, Kamis 3 November 2011.

ijazah suswanto

Sulemi mengatakan ia dan keluarga yang lain belum memiliki uang untuk mengambil ijazahnya. Suswanti yang lulusan SMA Negeri 3 Purwokerto itu juga belum mengirimi uang untuk mengambil ijazahnya. Suswanti merupakan salah seorang atlet balap sepeda andalan Indonesia di SEA Games XXVI Palembang. Kepada kakeknya itu Suswanti pernah mengirim pesan pendek yang berisi, ?Nanti saya malu, sudah jadi atlet nasional kok tidak bisa ambil ijazah,? katanya.

Suswanti sendiri selama ini dikenal sebagai anak pekerja keras. Sejak kecil ia tinggal bersama kakek-neneknya. Rumah kakek-neneknya sendiri berada di permukiman cukup padat. Dari luar, rumah kakek Suswanti terlihat biasa. Rumah berdinding tembok itu dibangun di depan kompleks pemakaman umum desa tersebut. ?Kalau menjemur pakaian, ya di makam itu,? kata Sulemi.

Ia menambahkan, Suswanti mengenal balap sepeda sejak SMP. Dari rumahnya ke sekolah yang berjarak sekitar lima kilometer ia selalu menggowes sepeda. Sejak saat itu ia mulai tertarik untuk fokus menjadi atlet balap sepeda. Berbagai kejuaraaan baik nasional maupun internasional sudah pernah ia ikuti. Terakhir ia mengikuti Pelatnas BMX di Kejuaraan Asia 2011. Setelah itu ia juga mewakili Timnas Indonesia dalam ajang Asian Cycling Championship 2011 di Cina. Di kejuaraan itu ia menduduki peringkat kelima. Saat ini ia sudah menikah dengan atlet balap sepeda asal Banyumas, Rino Prayoga, dan sudah dikaruniai seorang anak bernama Alfaro Alfino.

Maryati, 34 tahun, ibu Suswanti, mengatakan ia sudah ingin mengambil ijazah tersebut tapi belum memiliki uang. ?Saya bekerja hanya sebagai pembantu dan suami saya buruh serabutan. Kadang-kadang jadi tukang becak atau buruh harian,? ujar dia. Suwarto, 41 tahun, ayah Suswanti, mengaku tidak mampu melunasi biaya pendidikan di SMA anaknya karena kondisi ekonomi keluarga yang tidak mampu. Pendapatan dari pekerjaannya sebagai tukang becak ditambah istrinya yang bekerja sebagai penjual pecel hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan keluarganya. ''Karena itu, sudah sejak anak saya lulus pada 2010 kami tidak bisa menebus ijazahnya,'' katanya.

Dia menambahkan, meski sudah menjadi atlet nasional, secara ekonomi kehidupannya belum membaik. Saat ini Suswanti juga sudah memiliki anak dari perkawinannya dengan atlet balap juga. Kepala SMA Negeri 3 Purwokerto Warmanto membenarkan ijazah mantan muridnya itu belum diambil. ?Belum, memang belum diambil karena belum lunas semua,? katanya.

Warmanto mengatakan Suswanti belum membayar sebanyak Rp 2 juta. Biaya tersebut di antaranya untuk membayar biaya pendidikan, buku, uang komite sekolah, dan komputer. ?Ini sudah menjadi kebijakan sekolah,? ujar dia. Ia memerinci apa saja yang belum dibayar oleh Suswanti. Di antaranya uang Komite Sekolah sejak kelas XI dan XII belum dibayar sebesar Rp 800 ribu dan Rp 660 ribu. Selain itu, uang Sumbangan Pembangunan Pendidikan (SPP) kelas XII sebesar Rp 200 ribu. Buku pelajaran Rp 214.900, uang pelajaran komputer sebesar Rp 55 ribu, dan uang perpisahan sebesar Rp 100 ribu.

Masih menurut Warmanto, pihaknya tidak bisa memberikan ijazah Suswanti tanpa kewajiban tunggakan dilunasi terlebih dahulu. ?Berlaku keadilan distributif, entah ia atlet atau siapa pun, kalau belum bayar ya harus melunasi,? katanya. Ia berkukuh apa yang dilakukannya hanya menjalankan aturan. Jika diberi kelonggaran, kata dia, siswa lain akan menirunya.

Selang sehari, pendirian Kepala SMA 3 Purwokerto luluh juga. Setelah didesak Bupati Banyumas, Mardjoko, ijazah Suswanti akhirnya diserahkan juga. ?Ada seseorang yang mau membayarkan kekurangan biaya pendidikan Suswanti,? ujar Warmanto, usai menghadap Bupati Banyumas, Mardjoko, Jumat 4 November 2011.

Warmanto mengatakan, ia dipanggil Bupati untuk menjelaskan duduk perkara ijazah tersebut. Setelah itu ia memutuskan untuk menyerahkan ijazah karena Suswanti dinilai telah mengharumkan nama sekolah dan Banyumas. Ia mengatakan, dengan penyerahan ijazah tersebut, semua masalah dengan Suswanti dianggap telah selesai. Ia sendiri tak menyebutkan siapa orang yang telah membayar kekurangan biaya pendidikan Suswanti.

Terkait penyerahan, kata dia, pihaknya akan menunggu Suswanti pulang kampung usai membela Indonesia di ajang SEA Games. ?Ijazahnya belum ada cap tiga jarinya, setelah ada cap, baru boleh dibawa pulang,? ujar dia lagi. Di tempat yang sama, Bupati Mardjoko mengatakan ia sudah memerintahkan sekolah-sekolah yang ada atletnya untuk diberi keringanan biaya pendidikan. ?Apalagi atlet dari keluarga tidak mampu, akan kami beri beasiswa,? katanya.

Dia mengatakan atlet tersebut telah mengharumkan nama Banyumas dan Indonesia di kancah internasional. Mardjoko juga sudah memerintahkan penyerahan dua ijazah atlet sepakbola yang saat ini juga belum bisa membayar biaya pendidikannya. Ketua KONI Banyumas, Sukardi, juga mengaku baru mengetahui ada ijazah atlet yang ditahan pihak sekolah setelah diberitakan media massa. ?Kalau orang tua atau atlet yang bersangkutan memberi tahu kami sejak awal, persoalannya pasti tidak seperti sekarang ini,'' ujar dia.

Dia kembali menyebutkan, dalam pembinaan atlet-atlet daerah yang berpotensi, KONI memang menjalin kerja sama dengan SMA Negeri 3 Purwokerto. Untuk itu di sekolah tersebut dibentuk satu kelas khusus yang hanya menampung atlet-atlet berpotensi. Awalnya, kata Sukardi, KONI memberikan insentif pada atlet-atlet berpotensi tersebut sebesar Rp 100.000 per bulan. Dengan insentif sebesar itu dia berharap sebanyak Rp 65 ribu digunakan untuk membayar SPP, dan sisanya digunakan untuk uang saku.

Sumber : tempointeraktif.com

01/11/11

Video Selebrasi Gol Tak Senonoh, Iran Hukum 2 Atlet

Federasi Sepak Bola Iran melarang dua pemain dari salah satu klub lokal negara tersebut mengikuti pertandingan untuk jangka waktu yang belum ditentukan. Keduanya dikatakan melakukan tindakan tidak senonoh pada selebrasi gol yang disiarkan secara langsung di televisi.

selebrasi tak senonoh

Dilansir dari laman Washington Post, mengutip sebuah laporan berita lokal, larangan itu dijatuhkan pada Senin 31 Oktober 2011. Kejadian yang dinilai tidak bermoral tersebut, terjadi pada pertandingan antara Persepolis Teheran dan Damash Gilan.

Pada rekaman selebrasi yang juga dapat diakses di situs Youtube, terlihat jelas adegan yang disebut tidak bermoral oleh komentator dan pejabat federasi tersebut. Dalam adegan yang disaksikan jutaan pasang mata itu, pemain bertahan Persepolis Mohammad Nosrati terlihat meremas pantat rekan setimnya Sheys Rezaei, saat selebrasi gol.

Dalam rekaman selebrasi lainnya pada pertandingan yang sama, Rezaei meremas pantat rekan setimnya ketika mereka saling tumpuk, larut dalam suka cita. Dalam pertandingan tersebut, Persepolis mengalahkan Damash 3-2.

"Nosrati dan Rezaei dilarang dalam waktu yang tidak ditentukan mengikuti semua kegiatan persepakbolaan karena telah melakukan tindakan tidak bermoral," kata Ismail Hasanzadeh, kepala komite disiplin Federasi Sepak Bola Iran.

Sebelumnya, dua pemain ini telah dilarang main oleh timnya, Persepolis. Selain itu, mereka juga diwajibkan membayar denda 500 juta riyal atau sekitar Rp355 juta. Keduanya membantah tindakan yang mereka lakukan dimaksudkan untuk melecehkan atau bentuk laku seksual lainnya.

Hukuman yang dijatuhkan Iran atas kedua pemain ini adalah bentuk pemberlakukan larangan pelanggaran moral di lapangan. Iran juga telah sejak bertahun-tahun lalu menerapkan larangan berkata kasar, baik oleh pemain dan penonton, ketika berada di stadion negara tersebut.

Berikut ini videonya, perhatikan adegan yang diberi tanda panah :


Sumber : bola.vivanews.com

Inilah Perjalanan Rangga dan Fahmi Menuju Arsenal

Rangga Pratama dan Nazarul Fahmi, dua pemain Tunas Garuda, akan menjalani tes di Arsenal Academy Junior. Klub asal London Utara itu akan memutuskan kelayakan keduanya bergabung dalam enam pekan ke depan. Rangga yang berposisi sebagai kiper dan Fahmi sebagai striker akan menjalani latihan dua sampai enam pekan ke depan.

indonesia arsenal

Berikut ini sekilas profil keduanya :

Rangga Pratama

Rangga dilahirkan di Palembang, Sumatera Selatan, 18 April 1996, dari buah cinta Riyadi dan Marliani Laila. Namun sejak umur enam tahun ia hanya tinggal bersama ibu, nenek, dan adik ibunya di Kompleks Sangkuriang Blok T No.14. Ayahnya yang bekerja sebagai kuli bangunan telah bercerai dengan ibunya.

Sejak saat itu ibunya berjuang sendiri di Palembang untuk membesarkan Rangga. Ayahnya kini tinggal di Cirebon, Jawa Barat. Keadaan ekonomi Rangga cukup memprihatinkan sebelum akhirnya ibunya menikah untuk ketiga kalinya. Perkawinan kedua gagal karena faktor ekonomi. Demi mengejar mimpinya di olahraga sepak bola, Rangga harus berjalan jauh untuk latihan bola di SSB Sriwijaya FC. Kadang-kadang dia ikut teman karena ketiadaan biaya.

Pelatih Rangga memberikan dispensasi untuk tak membayar uang bulanan di SSB tersebut. Rangga dianggap sangat berpotensi dan memiliki kemampuan di atas rata-rata temannya. Semua barang perlengkapan seperti sarung tangan, bola, dan sepatu dibeli di tempat barang bekas karena Rangga tak mampu membeli yang baru.

Ketika Rangga ingin mengikuti Auidisi Tunas Garuda, ibu Rangga hampir tidak mengizinkan karena dikhawatirkan akan membutuhkan uang. Tapi ternyata tidak. Hanya uang sebesar Rp. 10.000 yang diberikan ibunya, Rangga manfaatkan untuk biaya pemeriksaan uang kesehatan (surat dokter) sebagai persyaratan mengikuti audisi.

Prestasi :
1.  Juara 3 DISPORA Cup
2.  Juara 1 Liga Specs
3.  Juara 4 Pegadaian Cup

Nazrul Fahmi

Fahmi adalah anak kelima dari tujuh bersaudara. Lahir pada 13 November 1996 di Dayah Mesjid Bireuen, Aceh, dari pasangan Safwandi dan Hadisah. Fahmi dan keluarga tinggal di Toko Rahmat Jepara, Matang Glumpang II, Desa Dayah Mesjid, Bireuen. Ia menyelesaikan studi di SMAN 2 Peusangan, Bireuen, Matang Glumpang II, Bireuen, Aceh.

Mengawali bermain sepak bola, Fahmi berangkat menuju Lubuk Pakam dari Bireuen untuk mengikuti Audisi Tunas Garuda. Para pelatih yang menilai saat audisi berlangsung mengatakan sebagai striker Fahmi mempunyai kaki emas. Pelatih beralasan di mana pun posisi Fahmi, ia mudah mencetak gol dari umpan yang diberikan kepadanya. Itulah kelebihan Fahmi dari pemain lain dari Sumatera Utara. Beberapa tahun lalu Fahmi pernah mewakili Indonesia untuk bertanding melawan Brunei Darussalam dalam Piala Asia Pelajar.

Sumber : tempointeraktif.com

Wow, Mantan Model Playboy Beli Klub Inggris

London - Wanita-wanita cantik memimpin atau siap menerima tampuk kepemilikan klub bola? Ah, itu sudah menjadi tren. Namun, jika wanita cantik paruh baya yang membeli klub sepak bola? Itu tidak biasa.

model playboy

Sybil Danning, namanya. Dia adalah seorang mantan aktris Hollywood dan mantan model majalah Playboy di era 1980-an yang kini menjadi produser film. Danning dan suaminya, Horst Lasse sedang dalam proses negosiasi untuk membeli klub League One Inggris, Sheffield Wednesday FC.

Danning yang kini berumur 64 tahun ini kesengsem pada Sheffield karena sejumlah kriteria yang potensial. Bahkan wanita yang pernah dinobatkan sebagai simbol seks di eranya itu pun yakin dapat membawa klub dengan potensi-potensinya itu untuk masuk ke dalam Premier League.

"Kami telah berencana membeli sebuah tim Inggris dengan basis penggemar yang kuat dan berpotensi besar. Sheffield Wednesday sesuai dengan cita-cita itu. Ini adalah salah satu klub yang cukup terkenal di sepak bola Inggris dan meskipun telah jatuh selama beberapa tahun, kami yakin kami dapat memberikan energi yang dibutuhkan untuk masuk ke Premier League," katanya seperti dilansir The Sun.

Ini kedengaran seperti tidak mungkin tapi wanita kelahiran Australia itu menegaskan dirinya sangat serius. Sementara itu, pemilik klub, Milan Mandaric, mengatakan ingin menjual klubnya jika dia yakin seseorang dapat membawa kemajuan bagi Hillsborough.

Danning dan suaminya memang dikenal sebagai pemain yang cerdik dalam dunia bisnis dan olahraga. Mereka sudah merasakan asam garam bisnis dan olahraga, termasuk pengalaman terselamatkan dari kebangkrutan oleh sebuah klub hoki es asal Jerman. Kini mereka sangat yakin bisa membawa kemajuan bagi Sheffield.

"Kami telah mempelajarinya di bulan lalu dan jika negosiasi berjalan lancar, kami harap dapat segera menemukan kata sepakat untuk membeli klub," tandasnya.

Sumber : bola.kompas.com

31/10/11

Inilah Video Rekor Gol Sundulan Terjauh

Gol spektakuler terjadi di kompetisi Jepang, J2-League. Saat itu Fagiano Okayama mengalahkan tuan rumah Yokohama FC 1-0 di Mitsuzawa Stadium, Minggu, 30 Oktober 2011. Gol semata wayang pada pertandingan itu, seperti diberitakan Goal.com,  dicetak Ryujiro Ueda pada menit ke-69. Ia menyundul bola dari daerah pertahanan Fagiano Okayama, sedikit di belakang garis tengah lapangan.

Ryujiro Ueda
Jarak dari posisi Ueda ke gawang adalah sejauh 58,6 meter, melebihi rekor sebelumnya 57,3 meter 
yang tercipta pada pertandingan divisi satu Norwegia.

Bola yang disundul sempat memantul di lapangan dulu sebelum akhirnya bersarang di jala gawang Yokohama. Kiper Yokohama, Kentaro Seki, salah mengantisipasi datangnya bola. Bola malah memantul dan melambung di atas kepalanya dan tak bisa dikejar lagi sebelum masuk ke gawangnya.

Setelah pertandingan selesai, petugas lapangan mengukur jarak dari tempat Ueda menyundul bola ke garis gawang, 58,6 meter. Lebih jauh 1,3 meter dari rekor sebelumnya yang dicetak Jone Samuelsen di pertandingan di Norwegia.

Berikut cuplikan videonya :


Sumber : video.vivanews.com

29/10/11

Wow, Arsenal Lirik Tiga Pemain Muda Indonesia

Jakarta - Ini kabar gembira di tengah minimnya prestasi sepak bola Indonesia. Tiga pemain muda Indonesia dilirik sekolah sepak bola klub London, Inggris, Arsenal School Development. Mereka adalah kiper Rangga Pratama, gelandang Dani Raharjanto, dan striker Nazarul Fahmi.

arsenal pemain muda indonesia

"Mereka dinilai menonjol dibandingkan yang lain," kata Anas Urbaningrum saat jumpa pers di Jakarta, Sabtu, 29 Oktober 2011. Ketiga pemain ini merupakan pemain seleksi Tunas Garuda, pencarian bibit berbakat di sembilan kota.

Tunas Garuda diinisiasi oleh Partai Demokrat. Selain ketiga pemain ini, ada 15 pemain lain yang dikirim ke London untuk bertanding dengan Arsenal junior. Anas ikut mendampingi saat tim Tunas Garuda bertanding di London. Saat uji coba di London beberapa waktu lalu, tim ini kalah 1-2 oleh Arsenal U-17 dan menang 3-1 lawan Arsenal U-15.

Ketiga pemain ini menunjukkan performa impresif dalam pertandingan itu. Ketiganya menunjukkan militansi dan skill lebih bagus dibandingkan pemain lain. Permainan mereka menuai pujian dari pelatih Arsenal junior. Mereka akan diajak bertanding melawan dua tim lokal London, Wycombe Wanderes dan Brighton & Hove Albion.

Direktur Sekolah Sepak Bola Indonesia-Arsenal, Iman Arif, menyatakan, pihaknya bersikap serius terhadap tawaran klub London Utara ini. Dia sudah mendekati manajemen Arsenal agar ketiga pemain Indonesia ini bisa bergabung. "Tetapi mereka harus bersaing dengan pemain asing lain," kata Iman.

Sumber : tempointeraktif.com

28/10/11

Lorenzo : "Simoncelli, Maafkan Saya karena Berdebat denganmu..."

Marco Simoncelli sudah beristirahat selamanya di tanah kelahirannya, Coriano, Italia. "Super Sic" telah dimakamkan pada Kamis (27/10/11) sore, setelah diadakan prosesi penguburan yang dihadiri keluarga, teman-teman, dan para rivalnya - serta disaksikan secara langsung oleh ribuan fans melalui layar lebar di luar gereja.


Pebalap berusia 24 tahun ini tewas dalam kecelakaan maut di Sirkuit Sepang, Malaysia, Minggu (23/10/11). Kisah tragis ini datang hanya sepekan setelah dia mencatat prestasi tertinggi dalam kariernya di arena MotoGP, yaitu naik podium nomor dua di GP Australia.

Simoncelli, juara dunia kelas 250 cc tahun 2008, hampir menyelesaikan musim keduanya di kelas premier, dan dia telah menandatangani perpanjangan kontrak dengan tim yang diperkuat pabrik Honda, Gresini, untuk musim 2012. Tetapi takdir berkata lain, dua seri menjelang akhir musim 2011, dia harus meninggal secara tragis.

Saat balapan GP Malaysia baru berlangsung dua lap, dia jatuh di Tikungan 11. Sialnya, saat jatuh akibat kehilangan grip depan, Simoncelli justru meluncur ke jalur milik Colin Edwards dan Valentino Rossi, sehingga kecelakaan horor itu tak terhindarkan. Motor Edwards dan Rossi menghantamnya, sehingga Simoncelli langsung terkapar dan hanya berselang beberapa saat dinyatakan meninggal akibat cedera parah pada kepala, leher, dan dada.

Saat pemakaman, sesama rekan pebalap Simoncelli turut hadir. Ada Rossi, yang merupakan teman dekat Simoncelli, ada juga Giacomo Agostini, Loris Capirossi, Andrea Dovizioso, dan Mattia Pasini, serta Jorge Lorenzo, Randy de Puniet, dan Toni Elias.

Menurut La Gazzetta dello Sport, Lorenzo cukup terpukul dengan tewasnya si jabrik yang gaya balapnya penuh kontroversi tetapi menjadi daya tarik MotoGP. Apalagi, dia sempat beradu mulut dengan Simoncelli, karena persoalan gaya membalap si jabrik yang terlalu agresif.

Saat menandatangani buku kenangan tentang Simoncelli, juara dunia MotoGP 2010 tersebut menulisnya dengan kata-kata: "Saya akan selalu mengingatmu. Maafkan saya karena pernah bertengkar denganmu." Rossi pun menandatangani buku kenangan itu dan hanya menulis singkat "Saya merindukanmu", sedangkan rival lama Simoncelli, Dovizioso, menulis "Kamu begitu kuat dan selalu mendorong saya untuk lebih cepat lagi."

Juga, hadir para anggota tim Gresini - termasuk principal Fausto Gresini dan rekan setim Simoncelli, Hiroshi Aoyama - plus juara kelas 500 cc tahun 1999, Alex Criville, juara bertahan WSS, Chaz Davies, bos HRC Shuhei Nakamoto dan Livio Suppo, dari tim Ducati Claudio Domenicali, Filippo Preziosi, dan Vittoriano Guareschi, CEO Dorna Carmelo Ezpeleta, Presiden FIM Vito Ippolito dan Dr Claudio Costa dari Clinica Mobile.

Selama upacara pemakaman, helm Simoncelli, yang terlepas saat kecelakaan tragis itu, diletakkan di atas peti mati, di samping karangan bunga. Sementara itu, motor Gilera 250 cc dan Honda RC212V ada di kedua sisinya.

Sebagian besar pelayat, termasuk keluarga dan pacar Simoncelli, mengenakan pakaian kasual. Paduan suara selama proses tersebut menyanyikan beberapa lagu favorit Simoncelli. Sementara itu, ribuan fans yang menyaksikan upacara lewat televisi layar lebar di luar gereja, sebagian besar mengenakan kostum bertuliskan 'Ciao Marco', atau mengenakan kostum dengan angka 58, yang merupakan nomor kebesaran Simoncelli.

Sumber : olahraga.kompas.com

Pernyataan Schumacher Mengenai Tragedi Simoncelli

New Delhi - Pembalap Formula 1, Michael Schumacher, mengatakan, dua kematian akibat kecelakaan balapan bulan ini lebih karena faktor takdir dan bukan karena kurangnya pengamanan. Aspek pengamanan balapan telah meningkat secara signifikan selama tahun-tahun terakhir.

schumacher simoncelli

Dia mengatakan ini terkait tewasnya pembalap IndyCar, Dan Wheldon, dan pembalap Motor Grand Prix, Marco Simoncelli. ?Jika kecelakaan memang harus terjadi, itu yang saya sebut takdir. Dan kita semua harus menghadapinya,? kata juara balap Formula 1 tujuh kali ini menjelang balap perdana Indian Grand Prix akhir pekan ini. Meski merasa sedih atas dua kecelakaan itu, dia mengatakan ini merupakan bagian dari kehidupan.

Wheldon tewas saat terjadi tabrakan beruntun di arena balap IndyCar di Las Vegas, Amerika Serikat. Kendaraannya melayang dan menghantam pagar beton pembatas. Pembalap asal Inggris ini merupakan juara dua kali di ajang balap Indy 500.

Sedangkan Simoncelli tewas di arena MotoGP sirkuit Sepang, Malaysia, pada akhir pekan lalu. Saat balapan baru memasuki putaran kedua, dia kehilangan kendali dan motornya bergerak melebar memasuki jalur Colin Edwards dan Valentino Rossi. Tak ayal, dua pembalap ini menabrak motor dan tubuh Simoncelli, yang doyong ke arah kanan, dengan kecepatan tinggi.

Schumacher menambahkan, ?Tidak mungkin ada sistem yang aman seratus persen. Mustahil itu.? Saat para pembalap memacu kendaraannya hingga mencapai kecepatan maksimum, mereka tidak berpikir hal itu sebagai hal yang berbahaya. ?Karena saat itulah momen yang terasa nyaman bagi kami."

Pembalap Ferrari, Fernando Alonso, yang meraih dua kali juara dunia Formula 1, mengatakan, "Kecelakaan-kecelakaan itu sebenarnya tidak sampai mempengaruhi cara mengemudi para pembalap.?

Namun, ia menambahkan, kejadian itu mempengaruhi psikologis para pembalap di luar balapan pada pekan itu. ?Rasa cinta pada olahraga ini dan adrenalin yang deras membuat Anda tidak sensitif pada bahaya yang mungkin saja muncul.?

Sumber : tempointeraktif.com

Video Pemakaman Simoncelli

Kamis petang 27 Oktober 2011, Gereja Santa Maria Assunta di Coriano, Italia, dipadati ribuan orang. Mereka berjejalan dengan rapi di dalam gereja dan di jalan-jalan. Semua mata dan doa tertuju pada jenazah pembalap Italia, Marco Simoncelli, yang meninggal di Grand Prix Malaysia 23 Oktober 2011. Seperti dilansir Rai Sport, Sahabat hingga fans mengerubungi gereja mungil di Coriano itu. Layar-layar raksasa juga tersebar di beberapa tempat termasuk di Sirkuit Misano.

pemakaman simoncelli

Terlihat juga para bintang MotoGP, Valentino Rossi, Loris Capirossi, Jorge Lorenzo, Andrea Dovizioso, Hiroshi Aoyama, Mattia Pasini dan Raffaele de Rosa memberikan penghormatan terakhir.  Legenda balap Italia, Giacomo Agostini bersama perwakilan HRC, Shuhei Nakamoto dan Livio Suppo tampak diantara pelayat. Bahkan, Agostini dan Capirossi terus mengeluarkan air mata selama mengikuti prosesi pemakaman.

Acara prosesi pemakaman Simoncelli telah dimulai pukul 15.00 waktu Italia. Misa dipimpin langsung Uskup dari Provinsi Rimini, Francesco Lambiasi. Duka semakin mendalam saat uskup memberikan ceramah perpisahan.

Saat peti jenazah digotong keluar dari gereja, tepuk tangan membahana. Tepuk tangan tiada henti menyambut jenazah pembalap flamboyan berusia 24 tahun itu. Balon-balon raksasa dengan no 58 dan tulisan "SIC' dilepas ke udara. Sang ayah, Paolo tak kuasa menahan sedih.

Simoncelli tewas dalam insiden maut di Sirkuit Sepang setelah ia terjatuh sebelum akhirnya ditabrak dua pembalap, Colin Edwards dan Valentino Rossi. Cedera parah pada dada, leher dan kepala membuat nyawa pembalap muda ini tak tertolong.

Berikut ini video pemakaman Simoncelli :


Sumber : sport.vivanews.com

27/10/11

Layar Raksasa Disiapkan untuk Siaran Langsung Pemakaman Simoncelli

Coriano - Sedikitnya 50 ribu fans Marco Simoncelli akan menghadiri upacara pemakaman sang pembalap yang berlangsung di Coriano, Italia, Kamis, 27 Oktober 2011. Ribuan fans itu diperkirakan akan memberikan penghormatan terakhir bagi sang ?Supersic'. Jasad Simoncelli saat ini masih berada di Teatro Communale, Coriano, Italia. Jenazah Simoncelli tiba di Italia hari Selasa, dua hari setelah kecelakaan fatal yang merenggut nyawanya di GP Sepang, Malaysia.

pemakaman simoncelli
Pendukung Napoli memegang foto pembalap Marco Simoncelli yang tewas di Sepang, Malaysia, dalam pertandingan Liga Italia Seri A antara Napoli dan Udinese di Napoli (26/10). REUTERS/Ciro De Luca

Di samping peti jenazah, disandingkan pula dua motor balap Simoncelli. Salah satunya adalah yang membawa Simoncelli menjadi juara balapan 250 cc tahun 2008. Adapun satu motor lagi pernah dipakai Simoncelli untuk balapan musim ini.

Proses pemakaman akan berlangsung sesudah misa requiem di Gereja Santa Maria Assunta di Coriano pada hari Kamis, 27 Oktober 2011, pukul 15.00 waktu setempat. Demi mengatasi ribuan fans yang membludak, Wali Kota Coriano, Maria Luigina Matricardi, telah meminta para fans yang datang ke Coriano berkumpul di Sirkuit Internasional Misano atau di pusat kota. Di situ, pemerintah setempat telah menyiapkan layar-layar raksasa. Layar raksasa juga disediakan di via Piane, Piazza Mazzini, dan Piazza Don Minzon.

Gereja Santa Maria, tempat misa kematian digelar, hanya berkapasitas 500 orang. Sejumlah karib Simoncelli yang juga sesama pembalap, seperti Valentino Rossi, Jorge Lorenzo, Andrea Divizioso, dan Sete Gibernau, hingga CEO Dorna Carmelo Ezpeleta, juga dipastikan hadir. Seluruh proses pemakaman ini rencananya akan disiarkan langsung oleh Rai Sport dan Italia 1.

Paolo Simoncelli, ayah Marco, mengucapkan terima kasih atas simpati publik terhadap anaknya. ?Kami senang, kehadiran Anda memberikan arti penuh terhadap Marco,? ujarnya.

Sumber : tempointeraktif.com

Detik-detik Paramedis Jatuhkan Tandu Simoncelli

Sepang - Kematian pembalap Gresini Honda Marco Simoncelli di Sirkuit Sepang, Malaysia, Minggu, 23 Oktober 2011 masih mengundang tanya sekaligus kontroversi. Rekaman video terbaru menunjukkan tandu yang mengusung pembalap 24 tahun menuju ambulans, tidak jauh dari tikungan ke-11 tempat terjadinya kecelakaan maut, terjatuh.

simoncelli jatuh tandu

Dalam video berdurasi 1 menit 35 detik yang diunggah salah seorang penonton MotoGP Sepang di laman YouTube itu terlihat para petugas penolong terkesan panik. Simoncelli yang terkapar di lintasan itu ditangani enam orang petugas medis yang membawa tandu. Adapun petugas medis lainnya menunggu di ambulans.

Sekedipan mata berlalu para petugas medis itu menggotong pembalap asal Italia yang tak sadarkan diri tersebut. Tak terlihat para petugas medis memberikan bantalan di kepala Simoncelli untuk menstabilkan posisi leher atau sekedar memberikan napas buatan (CRP). Nah, baru beberapa langkah berjalan mengusung Simoncelli, seorang petugas medis di bagian belakang terjerembab. Inilah yang membuat Simoncelli jatuh untuk kedua kalinya.

Paolo Simoncelli, ayah Simoncelli, yang baru saja datang di lokasi menggunakan scooter tak bisa berbuat apa-apa. Ia membuang sepeda motornya dan berlari menuju ambulan. Sejam berselang, tepat pukul 16.56 waktu Malaysia, tangis pun pecah. Marco Simoncelli dinyatakan tewas. "Marco Simoncelli meninggal karena luka-luka tabrakannya," kata juru bicara Sirkuit Sepang, Malaysia, Norlina Ayob.

Simoncelli adalah pembalap MotoGP kedua yang meninggal dunia di lintasan sirkuit. Sebelumnya pembalap Daijiro Kato--juga pembalap Gresini Honda--meninggal dunia di GP Jepang pada 2003. Tahun lalu pembalap Shoya Tomizawa juga wafat di Moto2 Republik San Marino.

Keluarga besar Marco Simoncelli telah menyiapkan pemakaman untuk pembalap nyentrik itu di Coriano, Rimini, Italia. Rencananya, pemakaman akan dilakukan pada hari ini, Kamis sore, 27 Oktober 2011, waktu setempat.

Lihat Video klik di sini.

Sumber : tempointeraktif.com

Video Ribuan Fans Padati Rumah Simoncelli

Italia berkabung. Selasa pagi 25 Oktober 2011, jenazah pembalap Marco Simoncelli tiba di Tanah Kelahirannya itu. Setelah mendarat di bandara Fiumicino, jenasah Simoncelli diantar ke kampung halamannya di Coriano. Pembalap berusia 24 tahun itu akan dikebumikan hari Kamis petang 27 Oktober 2011 waktu setempat.  Di Coriano, para fans sudah berkumpul. Mereka menanti kedatangan jenasah. Sebelum dikebumikan, keluarga memberikan kesempatan bagi para penggemar Super Sic, begitu ia digelari, menyampaikan salam perpisahan.

simoncelli fans

Seperti dilansir situs www.ansa.it, ribuan fans Simoncelli terus berdatangan ke rumah duka. Di bawah guyuran hujan, mereka berbaris tertib menunggu giliran untuk melihat langsung jenazah sang pembalap yang wafat dalam kecelakaan di arena balapan di Sepang, Malaysia itu. Salah seorang pelayat adalah mantan pembalap MotoGP yang kini berkarir di superbike, Marco Melandri. "Saya datang untuk mengucapkan selamat jalan kepada seorang teman," kata Marco.

Sementara itu, juara dunia MotoGP sembilan kali Valentino Rossi dengan setia mendampingi jenazah Simoncelli. The Doctor--julukan Rossi-- akan berada di sisi sahabatnya tersebut hingga acara pemakaman yang akan digelar besok.

Berikut video Fans Padati Rumah Simoncelli :


Sumber : sport.vivanews.com

Video Simoncelli, Laga dan Para Model

Pembalap Italia Marco Simoncelli akan dimakamkan di tanah kelahirannya, Coriano, Italia, pada Kamis petang 27 Oktober 2011 waktu setempat. "Super Sic" dikenal sebagai pembalap flamboyan. Di balik sikap agresifnya saat membalap, Simoncelli ternyata memiliki sebuah bakat lain yang tak kalah hebat, yakni menjadi seorang model. Bakat itu tentunya ditunjang dengan modal yang dimilikinya, mulai dari wajah tampan dan postur tubuh atletis.

simoncelli

Bak gayung bersambut, tahun 2010 silam, pabrikan jeans asal Italia, Rifle menggandeng San Carlo Honda Gresini dan pembalapnya jadi brand ambassador. Simoncelli tanpa ragu langsung setuju untuk menjadi model dadakan. Seperti dilansir autoevolution, Rabu 26 Oktober 2011, mengambil tempat di sebuah bengkel motor, Super-Sic berpose layaknya seorang model profesional. Hasilnya, Simoncelli sukses merebut perhatian wanita.

"Kami senang dia (Simoncelli) mau menjadi model untuk produk Kami. Ini sebuah kerjasama yang bagus," kata Veronika Jans, Relations Manager for Super Rifle SpA kala itu. Bagi sang kekasih, Kate Fretti, kematian Simoncelli adalah duka yang teramat mendalam. Kedua sejoli ini rencananya akan melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat ini. Namun, takdir berbicara lain, Simoncelli harus pergi setelah meninggal usai kecelakaan di Grand Prix Malaysia.

"Hari ini saya ingin ke rumah kami, saya ingin mencoba mengatakan kepadanya bahwa ia pernah mengatakan kepada saya untuk tidak akan pernah berpisah. Tapi dia salah..." lanjut Kate.

Berikut video Simoncelli, Laga dan Model di Tengah Wanita :


Sumber : sport.vivanews.com

26/10/11

Video Simoncelli Sempat Jatuh Saat Ditandu

Ayah mendiang Marco Simoncelli, Paolo, tidak mempermasalahkan insiden terjatuhnya Simoncelli saat ditandu ke mobil ambulan sesaat setelah kecelakaan maut di MotoGP Malaysia, Minggu 23 Oktober 2011.

simoncelli jatuh tandu

Cara penanganan pertolongan pertama yang didapat Simoncelli pasca-kecelakaan di Sirkuit Sepang menuai kritikan. Salah satunya adalah pembalap Gresini Honda itu sempat terjatuh ketika ditandu ke mobil ambulan. Dalam video-video yang beredar di dunia maya, termasuk di YouTube, terlihat Simoncelli sempat terjatuh ketika ditandu ke mobil ambulan. Di saat bersamaan, ayah Simoncelli, Paolo, mendatangi lokasi kecelakaan menggunakan skuter.

Namun, Paolo tidak menyalahkan tim medis di Sirkuit Sepang. Pasalnya, Paolo menilai anaknya langsung meninggal di atas trek setelah insiden kecelakaan tersebut.

"Saya berada di sana 10 meter dari Marco. Dia sudah tewas, insiden (terjatuh saat ditandu) tidak mengubah situasi. Saya menggoyangkan tangannya, memanggilnya, tapi dia sudah tidak ada, tidak ada yang bisa dilakukan. Marco tewas di tempat," ujar Paolo seperti yang dilansir virgilio.it.

Paolo justru mengucapkan terima kasih atas kinerja panitia Sirkuit Sepang atas penanganan Simoncelli selama pasca-kecelakaan.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada otoritas Malaysia, Duta Besar Italia dan personel sirkuit yang tidak pernah meninggalkan kami sendirian. Mereka luar biasa. Jika saya katakan saya senang, itu bohong, tapi semua kasih sayang ini sangatlah indah," papar Paolo.

Jenazah Simoncelli sendiri telah tiba di Italia, Selasa 25 Oktober 2011 waktu setempat. Setelah mendarat di Bandara Fiumicino Italia, jenazah langsung di bawa ke rumah duka yang terletak di Coriano, Provinsi Rimini.

Berikut cuplikan videonya :


Jika videonya tidak bisa jalan klik di youtube

Baca ini juga :


Sumber : sport.vivanews.com

Advertisements

Advertisements