Hot Todays

Tampilkan postingan dengan label psikologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label psikologi. Tampilkan semua postingan

21/11/11

Ternyata Jadi Jomblo Lebih Gampang Sakit-sakitan

96 NEWS |  Anggapan bahwa pasangan yang harmonis adalah salah satu rahasia umur panjang mungkin ada benarnya. Menurut sebuah penelitian, seseorang yang jomblo atau tidak punya pasangan lebih mudah kena penyakit lalu meninggal di usia lebih muda.

jomblo gampang sakit

Dr Jacob Udell dari Brigham and Women's Hospital di Florida mengungkap hal itu setelah meneliti 45.000 orang yang berasal dari 29 negara di seluruh dunia. Para pertisipan rata-rata berusia 65 tahun dan 20 persen di antaranya jomblo alias tidak punya pasangan.

Dalam pengamatan selama 4 tahun, 11,4 persen partisipan yang tidak memiliki pasangan meninggal karena berbagai sebab terutama karena sakit kronis. Pada kelompok responden yang punya pasangan, angka kematian dalam 4 tahun berikutnya lebih kecil yakni 9,3 persen.

Hasil pengamatan ini sejalan dengan beberapa penelitian sebelumnya, yang mengatakan bahwa risiko kematian dini karena berbagai sebab bisa meningkat hingga 21 persen jika seseorang tidak punya pasangan. Faktor kebersamaan diyakini sebagai kuncinya, karena bisa saling merawat.

"Orang-orang yang berusia 65 tahun berada pada risiko paling tinggi. Makin tua, risikonya makin turun dan pada umur 80 tahun tidak ada bedanya lagi jomblo maupun punya pasangan," ungkap Dr Udell seperti dikutip dari Dailymail, Senin (21/11/2011).

Menurut Dr Udell, pada titik tertentu semua orang yang sudah lanjut usia akan punya risiko yang sama untuk mengalami kematian dini. Ada faktor usia yang tidak mungkin dipungkiri dan tetap berpengaruh meski didampingi oleh pasangan yang setia.

Namun bagi pasangan muda hingga usia 65 tahun, Dr Udell mengatakan peran pasangan sangat besar dalam hal saling menjaga kesehatan. Selain bisa saling merawat saat salah satu sedang sakit, masing-masing juga bisa saling mengingatkan untuk hidup sehat maupun sekedar minum obat saat sama-sama sedang sakit.

Sumber : detikhealth.com

Inilah Lima Tanda Hubungan Akan Berakhir

96 NEWS |  Ada kalanya hubungan asmara yang dijalani terasa hambar dan membosankan. Terutama, jika Anda dan pasangan mulai sibuk masing-masing dan tak berusaha untuk meluangkan waktu bersama. Hati-hati jika sedang dalam 'proses' ini. Bisa jadi, hubungan Anda hanya tinggal menunggu waktu, untuk berakhir pada perpisahan. Menurut Dr. Ian Kerner, seorang konselor seks dan hubungan ada lima tanda yang muncul saat hubungan berisiko tinggi mengalami perpisahan. 

hubungan berakhihr

1. Tak tertarik untuk saling bercerita

Jika Anda merasa bosan dan tidak tertarik untuk mulai berbicara dengan pasangan. Atau, pasangan tidak berusaha untuk membuat pembicaraan dan bercerita, menurut Kerner, ini bisa jadi tanda awal perpisahan. "Keadaan ini membuat hbungan berada dalam kondisi yang sangat rapuh," kata Kerner, seperti dikutip dari Self.com

2. Tak peduli dengan orang terdekat pasangan dan sebaliknya

Sebagai kekasih, Anda tentu juga menaruh perhatian pada keluarga, teman atau sahabat pasangan. Jika hal ini mulai berkurang atau Anda sama sekali tak ingin peduli, merupakan tanda jelas kalau ikatan dengannya mulai meluruh.

3. Tiba-tiba gila kerja

"Menenggelamkan diri pada pekerjaan membuat Anda lebih sulit ditemui dibandingkan sebelumnya," kata Kerner. Bisa jadi Anda memang sengaja untuk menyibukkan diri untuk mengurangi frekuensi bertemu dengan pasangan. Atau, tanpa sadar Anda melakukannya karena memang sudah kehilangan ketertarikan.

4. Lebih ingin menghabiskan waktu bersama teman

Saat diajak menghabiskan waktu berdua, Anda lebih memilih untuk mengajak teman-teman. Alasannya, agar suasana jadi lebih menyenangkan. Ini bisa jadi tanda kalau Anda berusaha menghindari momen intim dengan pasangan.

5. Tak mendukung satu sama lain

Apakah Anda selalu berkomentar negatif terhadap pencapaiannya? Atau sebaliknya, apakah pasangan selalu membuat Anda merasa kurang percaya diri dengan komentar pedasnya? Ini merupakan tanda kalau Anda dan dia sudah tak saling mendukung dan malah menjatuhkan. Pertengkaran biasanya terus-menerus terjadi dan bisa berakhir pada perpisahan.

Sumber : kosmo.vivanews.com

10/11/11

Inilah 6 Gangguan Kesehatan Pada Wanita Korban Pelecehan Seksual

Pelecehan seksual bisa dikategorikan tindakan kriminal. Meskipun demikian, peristiwa ini bagi sebagian orang masih dianggap sepele. Buktinya, pelecehan seksual di tempat kerja masih banyak dialami para perempuan. "Sebanyak 70 persen perempuan dan 45 persen pria telah mengalami beberapa bentuk pelecehan seksual di tempat kerja," kata Amy Blackstone, sosiolog di University of Maine.

korban pelecehan seksual

Umumnya, si peleceh akan membuat lingkungan kerja yang bermusuhan, sehingga korbannya merasa diintimidasi, dilecehkan atau tidak nyaman dan tidak dapat melakukan pekerjaannya dengan baik. Korban pelecehan seksual tak hanya mengalami tekanan di tempat kerja, tetapi juga berisiko mengalami banyak masalah kesehatan. Berikut adalah enam efek kesehatan dari pelecehan seksual seperti dilansir LiveScience.com, Kamis (10/11/2011).

Depresi

"Korban pelecehan seksual dapat mengalami depresi untuk jangka panjang", kata Blackstone. Dalam sebuah penelitian terbaru terhadap 1.000 orang remaja, Blackstone menemukan bahwa seseorang yang dilecehkan secara seksual pada usia remaja dan usia awal 20-an dapat mengalami gejala depresi saat berusia 30-an tahun.

"Korban pelecehan seksual kebanyakan memiliki perasaan ragu-ragu terhadap diri sendiri. Pada beberapa orang, keraguan diri berubah menjadi tindakan menyalahkan diri sendiri," kata Blackstone. Tindakan menyalahkan diri sendiri akan memiliki efek negatif bagi kesehatan mental, termasuk memicu depresi.

Post-traumatic stress disorder (PTSD)

Banyak penelitian telah menemukan hubungan antara pelecehan seksual dan gejala pasca-traumatic stress disorder (PTSD), seperti mengalami trauma dan menghindari orang atau hal-hal yang mengingatkan korban pada peristiwa pelecehan.

Menurut sebuah penelitian tahun 2009 yang dimuat di jurnal Law and Human Behavior, perempuan di lingkungan militer yang dilecehkan secara seksual sampai 4 kali lebih berisiko mengalami PTSD sama seperti mengalami peristiwa traumatis dalam perang. Peneliti menemukan bahwa pelecehan seksual secara signifikan berkorelasi dengan gejala PSTD pada 450 orang perempuan yang diteliti.

Menaikkan tekanan darah

Pelecehan seksual meningkatkan tekanan darah. Sebuah penelitian tahun 2008 melibatkan sekitar 1.200 orang anggota serikat pekerja dari Boston yang disurvei tentang pelecehan di tempat kerja dan diberikan ujian kesehatan. Hasilnya, sekitar 23 persen pekerja perempuan melaporkan setidaknya mengalami satu insiden pelecehan seksual.

Para peneliti menemukan hubungan yang nyata antara pelecehan seksual dan tekanan darah tinggi pada perempuan. Pelecehan seksual dapat memicu reaksi fisiologis yang sama seperti stres dan diduga meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.

Gangguan tidur

"Pelecehan seksual diketahui berhubungan dengan gangguan tidur," kata Debra Borys, psikolog yang membuka praktik pribadi di Westwood Village, California. Menurutnya hal itu bisa disebabkan karena stres dan kecemasan mempengaruhi kebiasaan tidur. Korban pelecehan terkadang terbangun di malam hari merenungkan kejadian atau peristiwa yang dapat menjadi sumber mimpi buruk.

Bunuh diri

Sebuah penelitian di tahun 1997 terhadap lebih dari 1.000 orang siswi sekolah di Kanada menunjukkan bahwa pelecehan seksual dapat menyebabkan perilaku bunuh diri. Penelitian ini menemukan bahwa 23 persen siswi pernah mengalami setidaknya satu peristiwa seksual yang tidak diinginkan berupa disentuh, mendapat komentar dan ancaman seksual, atau mengalami tindakan tak senonoh dalam enam bulan terakhir. Paling banyak korban yang mengalami tindakan sentuhan seksual yang tidak diinginkan. 15 persen di antaranya mengatakan bahwa mereka sering berupaya melakukan tindakan bunuh diri dalam enam bulan terakhir.

Nyeri Leher

Menurut sebuah penelitian di Kanada yang diterbitkan tahun ini dan melibatkan hampir 4.000 orang perempuan, pelecehan seksual dapat menyebabkan sakit fisik. Dalam penelitian tersebut, perempuan yang mengalami nyeri leher 1,6 kali lebih mungkin melaporkan mengalami perhatian seksual yang tidak diinginkan. Temuan ini menunjukkan bahwa mencegah pelecehan seksual di tempat kerja dapat mengurangi gangguan otot dan tulang pada karyawan.

Sumber : detikhealth.com

Mengungkap Misteri Berbicara Saat Tidur

Anda mungkin kerap menyaksikan pasangan atau anggota keluarga berbicara sendiri selagi tidur. Orang biasa menyebutnya mengigau, vokalisasi saat seseorang tidur, bisa berupa kata-kata yang jelas atau sekedar gumaman.

misteri bicara tidur

Mereka yang mengalaminya umumnya tak lagi dapat mengingat apa yang terucap saat mata terpejam pulas itu. Meski, beberapa di antaranya mengalami efek lelah setelah terbangun dari tidur. Dunia medis menyebutnya sebagai parasomnia. Selain berbicara sendiri, yang termasuk kategori gangguan tidur ini antara lain berjalan dan mengompol saat tidur.

Diperkirakan 60 persen dari populasi di dunia pernah mengalami periode tersebut. "Hampir semua orang mungkin pernah mengigau, namun tak ada yang tahu penyebabnya," kata Russell Rosenberg, PhD, yang adalah ketua dari National Sleep Foundation Atlanta, seperti dikutip dari everydayhealth.com.

Berbicara saat tidur terjadi dalam beragam variasi, yang dibedakan berdasar frekuensi dan intensitasnya. Faktor penyebab paling sederhana adalah konsumsi minuman beralkohol sebelum tidur. Namun, bisa juga akibat demam tinggi, stres kejiwaan, dan pengaruh obat-obatan tertentu.

Meski pengaruh alkohol bisa menjadi pemicu, namun Rosenberg mengingatkan bahwa kalimat yang terucap saat tidur pulas bukan refleksi dari apa yang sedang terjadi dalam hidupnya. "Ada mitos bahwa rahasia dapat terungkap saat tidur, itu tidak benar, apa yang mereka bicarakan tidak ada hubungannya dengan kenyataan."

Tidur

Secara umum, tidur manusia terdiri dari dua tipe: REM (Rapid Eye Movement) dan NREM (Non Rapid Eye Movement). Tidur jenis REM bukanlah tidur yang dalam, karena disertai pergerakan bola mata yang cepat di balik kelopak mata.

Meski demikian kadang disertai gerakan-gerakan anggota tubuh seperti tangan dan kaki, tidur jenis REM tetap terjadi di luar kesadaran. Dalam tidur jenis ini, tubuh beristirahat, tetapi otak tetap bekerja. Mimpi atau mengigau biasanya hadir di dalam tidur jenis ini.

Sedangkan tidur jenis NREM bisa dikatakan sebagai tidur nyenyak. Dalam tidur jenis ini, tidak hanya tubuh yang beristirahat, tapi juga pikiran. Tidur jenis ini dibagi menjadi dua kategori, NREM Light Sleep dan NREM Deep Sleep. NREM Deep Sleep adalah jenis tidur dengan kualitas terbaik bagi manusia.

Sumber : kosmo.vivanews.com

07/11/11

Inilah 4 Hal Yang Bisa Merusak Perkawinan

merusak perkawinan
Mempertahankan perkawinan yang harmonis bukan perkara mudah. Banyak hal-hal yang dinilai sepele terkadang bisa menyulut api emosi setiap pasangan suami istri. Namun, jika ingin kemesraan tetap terjaga ada hal yang bisa Anda lakukan untuk menghindari terjadinya krisis dalam perkawinan.

Anda harus memastikan tetap berada di jalur yang benar dan tidak melakukan hal apapun yang bisa membahayakan hubungan perkawinan Anda. Setiap pasangan pun perlu tahu dan waspada, karena ada empat masalah yang bisa menyakiti pernikahan Anda seperti dikutip laman She Know:

Tidak saling terbuka

Usahakan Anda dan suami saling terbuka. Jangan pernah memendam masalah yang bisa menyulut  emosi atau membuat pasangan merasa penasaran. Ungkapkan segala masalah yang mengganjal di hati, agar bisa dicarikan jalan keluar bersama. Sebagai contoh mudah, jika suami Anda memiliki kebiasaan buruk selalu memotong setiap kali Anda mencoba untuk menceritakan sebuah cerita. Jangan hanya duduk dan marah dalam hati. Biarkan suami tahu, bahwa Anda tidak menyukai kebiasaan buruknya, karena dia  mungkin tidak menyadari dia melakukannya!

Mengabaikan kesenangan

Banyak pasangan sering mengabaikan waktu untuk bersenang-senang bersama. Luangkan waktu untuk  sering berdua. Pergi menonton film, ngobrol berdua atau menikmati musik live dan makan bersama di restoran mewah. Cara ini diyakini mampu menguatkan ikatan batin antara suami dan istri. Namun, kebanyakan dari pasangan, seringkali mengabaikan waktu luang untuk selalu bersama. Kurangnya kebersamaan seringkali memicu terjadinya pertengkaran yang bisa berujung menjadi krisis kasus dalam rumah tangga.

Memendam  kebencian

Hal-hal sepele seperti lupa dengan hari perkawinan atau lupa dengan hari lahir pasangan suami atau istri, tentu bagi sebagian orang bisa menyulut emosi. Hal ini bisa menyebabkan perkelahian terjadi. Tapi perlu Anda tahu, memendam amarah  dan kebencian bis amenjadi  cara paling  jitu untuk merusak perkawinan Anda. Jika dia melakukan sesuatu yang membuat Anda gila dan Anda masih berpikir tentang hal itu dua minggu kemudian, Anda harus menemukan cara untuk menghadapinya. Bicara tentang masalah itu dengan suami Anda, jelaskan dengan hati-hati bahwa Anda merasa sakit hati dengan perilakunya.  Mintalah penjelasan, mengapa ia melakukan hal yang bisa membuat Anda kesal. Jika ia sadar akan kesalahannya, redam emosi Anda. Namun, jika suami tidak juga sadar akan kelalainnya, ungkapkan uneg-uneg Anda pada kerabat atau teman dekat, dijamin emosi Anda pun akan mereda.

Tidak menjadi pendengar yang baik

Menjadi pendengar yang baik untuk pasangan adalah hal yang mampu menguatkan ikatan tali perkawinan pasangan suami istri. Namun, jika salah satu dari pasangan, seringkali mengabaikan apa yang sedang Anda bicarakan, ini tentu bisa menjadi bencana besar untuk perkawinan Anda. Saling mendengarkan dan selalu menjalin komunikasi yang baik adalah satu-satunya cara untuk tetap terhubung dan memahami apa yang terjadi dalam kehidupan masing-masing. Semakin Anda mendengarkan keluhan pasangan, Anda pun akan merasa semakin dekat dengannya. Namun, semakin jarang Anda mendengarkan keluhan pasangan, maka hubungan Anda sebagai pasangan suami istri pun bisa semakin hambar.

Sumber : kosmo.vivanews.com

Inilah 4 Hal Yang Bisa Merusak Perkawinan

merusak perkawinan
Mempertahankan perkawinan yang harmonis bukan perkara mudah. Banyak hal-hal yang dinilai sepele terkadang bisa menyulut api emosi setiap pasangan suami istri. Namun, jika ingin kemesraan tetap terjaga ada hal yang bisa Anda lakukan untuk menghindari terjadinya krisis dalam perkawinan.

Anda harus memastikan tetap berada di jalur yang benar dan tidak melakukan hal apapun yang bisa membahayakan hubungan perkawinan Anda. Setiap pasangan pun perlu tahu dan waspada, karena ada empat masalah yang bisa menyakiti pernikahan Anda seperti dikutip laman She Know:

Tidak saling terbuka

Usahakan Anda dan suami saling terbuka. Jangan pernah memendam masalah yang bisa menyulut  emosi atau membuat pasangan merasa penasaran. Ungkapkan segala masalah yang mengganjal di hati, agar bisa dicarikan jalan keluar bersama. Sebagai contoh mudah, jika suami Anda memiliki kebiasaan buruk selalu memotong setiap kali Anda mencoba untuk menceritakan sebuah cerita. Jangan hanya duduk dan marah dalam hati. Biarkan suami tahu, bahwa Anda tidak menyukai kebiasaan buruknya, karena dia  mungkin tidak menyadari dia melakukannya!

Mengabaikan kesenangan

Banyak pasangan sering mengabaikan waktu untuk bersenang-senang bersama. Luangkan waktu untuk  sering berdua. Pergi menonton film, ngobrol berdua atau menikmati musik live dan makan bersama di restoran mewah. Cara ini diyakini mampu menguatkan ikatan batin antara suami dan istri. Namun, kebanyakan dari pasangan, seringkali mengabaikan waktu luang untuk selalu bersama. Kurangnya kebersamaan seringkali memicu terjadinya pertengkaran yang bisa berujung menjadi krisis kasus dalam rumah tangga.

Memendam  kebencian

Hal-hal sepele seperti lupa dengan hari perkawinan atau lupa dengan hari lahir pasangan suami atau istri, tentu bagi sebagian orang bisa menyulut emosi. Hal ini bisa menyebabkan perkelahian terjadi. Tapi perlu Anda tahu, memendam amarah  dan kebencian bis amenjadi  cara paling  jitu untuk merusak perkawinan Anda. Jika dia melakukan sesuatu yang membuat Anda gila dan Anda masih berpikir tentang hal itu dua minggu kemudian, Anda harus menemukan cara untuk menghadapinya. Bicara tentang masalah itu dengan suami Anda, jelaskan dengan hati-hati bahwa Anda merasa sakit hati dengan perilakunya.  Mintalah penjelasan, mengapa ia melakukan hal yang bisa membuat Anda kesal. Jika ia sadar akan kesalahannya, redam emosi Anda. Namun, jika suami tidak juga sadar akan kelalainnya, ungkapkan uneg-uneg Anda pada kerabat atau teman dekat, dijamin emosi Anda pun akan mereda.

Tidak menjadi pendengar yang baik

Menjadi pendengar yang baik untuk pasangan adalah hal yang mampu menguatkan ikatan tali perkawinan pasangan suami istri. Namun, jika salah satu dari pasangan, seringkali mengabaikan apa yang sedang Anda bicarakan, ini tentu bisa menjadi bencana besar untuk perkawinan Anda. Saling mendengarkan dan selalu menjalin komunikasi yang baik adalah satu-satunya cara untuk tetap terhubung dan memahami apa yang terjadi dalam kehidupan masing-masing. Semakin Anda mendengarkan keluhan pasangan, Anda pun akan merasa semakin dekat dengannya. Namun, semakin jarang Anda mendengarkan keluhan pasangan, maka hubungan Anda sebagai pasangan suami istri pun bisa semakin hambar.

Sumber : kosmo.vivanews.com

Inilah 6 Hal yang Wajib Ditanyakan pada Kekasih sebelum Menikah

Semua pasangan yang berniat menikah tentu ingin mahligai rumah tangga bertahan lama. Namun, banyak pasangan yang menjalani hubungan yang lebih serius tanpa memeriksa kesesuaian diri satu sama lain. Alih-alih, rumah tangga awet, hal itu akan menjadi batu sandungan di masa depan.

pertanyaan sebelum menikah

Ada beberapa pertanyaan sederhana yang harus dijawab masing-masing pasangan sebelum memutuskan untuk menjalin ikatan yang lebih serius, atau menikah. Ini penting, agar Anda dan dia bisa menakar peluang kelanggengan kehidupan pernikahan kalian di masa depan.

Ini  beberapa di antaranya, seperti dikutip dari Frisky.

1.  Dimana kita akan tinggal?

Salah satu alasan Kim Kardashian dan Kris Humphries berpisah adalah mereka tak sepakat dimana keduanya akan tinggal. Kris ingin sang istri pindah ke Minnesota, tempat asalnya. Namun, Kim ingin tetap bertahan di dekat keluarganya dan Hollywood di Los Angeles. Bila Anda berdua serius, bicarakan hal ini berdua sebelum melangkah di altar. Anda harus tahu apakah Anda atau dia dapat hidup jauh dari keluarga besar, atau hidup berjauhan, termasuk pilihan karir di tempat lain dan bagaimana nasib anak-anak kalian nanti.

2.  Apakah ingin punya anak? Kapan?

Salah satu alasan perceraian Brad Pitt dan Jennifer Aniston adalah mereka berdua memiliki perbedaan pendapat kapan memiliki anak. Aniston yang saat itu tengah mengejar karir menyatakan selalu ingin memiliki anak. Namun menjelang perpisahan mereka, Pitt makin vokal menyatakan keinginannya memiliki momongan segera. Sebagai pelajaran, diskusikan dengan pasangan apakah kalian menginginkan anak dan kapan Anda berencana membangun keluarga bersama?

3.  Apa kepercayaan yang kita miliki sejalan?

Inilah yang membuat pernikahan Nicole Kidman dan Tom Cruise selama 10 tahun kandas. Kepercayaan Tom terhadap ajaran Scientology ternyata lebih kuat daripada komitmennya dengan Kidman, seorang pemeluk Katolik taat. Perbedaan keyakinan akan memengaruhi pandangan pasangan tentang berbagai hal seperti kehidupan, tuhan dan beribadah. Ini akan membuat kehidupan rumah tangga bahagia sulit tercapai dalam jangka panjang. Perbedaan keyakinan juga pasti akan memengaruhi cara mendidik dan membesarkan anak. Jadi, sebelum melangkah lebih jauh, pertimbangkan sekarang.

4.  Apakah Anda memiliki hutang dalam jumlah besar?

Jennifer Lopez akhirnya memutuskan untuk menceraikan suaminya, Marc Anthony awal tahun ini. Tapi bila dia mengetahuinya sejak 2007, mungkin J.Lo akan sudah menjadikan sebagai batu sandungan dalam hubungan mereka. Saat itu Marc Anthony  mengakui memiliki hutang pajak sebesar US$2,5 juta. Jumlah utang yang besar akan mendatangkan banyak pertengkaran yang memengaruhi kehidupan rumah tangga. Sebelum menikah, bicarakan apakah Anda tetap mempertahankan rekening masing-masing, atau membuka rekening bersama. Tanyakan pula berapa kartu kredit yang kalian miliki dan utang yang tengah dicicil.

5.  Seberapa dekat Anda dengan keluarga?

Dekat dengan keluarga memang sangat menyenangkan, namun memutuskan segala sesuatu dengan persetujuan keluarga besar satu hal berbeda. Saat Nick Lachey dan Jessica Simpson cerai, faktor penyebab perpisahan mereka dikabarkan adalah ayah Jessica, Joe, yang terlalu terlibat dalam kehidupan pribadi pasangan ini.

Bila ingin menikah, meminta pendapat dan restu dari orang tua sangat penting. Namun, Anda harus menentukan batas dimana orang tua dapat berperan dalam kehidupan Anda dengan pasangan. Bila tidak diatasi, hubungan dengan pasangan dan orang tua bisa memanas dan menimbulkan pertengkaran  terus menerus.

6.  Sanggupkah hidup bersama selamanya?

Saat mengajukan pertanyaan ini saat kalian sedang kasmaran, pasangan tentu akan menjawabnya 'ya'. Namun, sebaiknya sebelum memutuskan hidup bersama, bukalah percakapan yang bisa membuat kalian jujur tentang kesetiaan pasangan di masa datang. Dengan begitu, bila mengetahui ada salah satu di antara kalian yang memiliki kecenderungan selingkuh, kalian dapat mengontrol diri sendiri.

Selain itu, Anda bisa melihat sejarah masa lalunya. Bila mengulik sejarah Jesse James, hal itu mungkin bisa jadi pertimbangan Sandra Bullock sebelum menikah. Yang patut di camkan, sekali berselingkuh pasangan takkan selalu berkhianat. Tapi, pasangan yang selalu berselingkuh akan selalu berkhianat bila ada kesempatan.

Sumber : kosmo.vivanews.com

Inilah 6 Hal yang Wajib Ditanyakan pada Kekasih sebelum Menikah

Semua pasangan yang berniat menikah tentu ingin mahligai rumah tangga bertahan lama. Namun, banyak pasangan yang menjalani hubungan yang lebih serius tanpa memeriksa kesesuaian diri satu sama lain. Alih-alih, rumah tangga awet, hal itu akan menjadi batu sandungan di masa depan.

pertanyaan sebelum menikah

Ada beberapa pertanyaan sederhana yang harus dijawab masing-masing pasangan sebelum memutuskan untuk menjalin ikatan yang lebih serius, atau menikah. Ini penting, agar Anda dan dia bisa menakar peluang kelanggengan kehidupan pernikahan kalian di masa depan.

Ini  beberapa di antaranya, seperti dikutip dari Frisky.

1.  Dimana kita akan tinggal?

Salah satu alasan Kim Kardashian dan Kris Humphries berpisah adalah mereka tak sepakat dimana keduanya akan tinggal. Kris ingin sang istri pindah ke Minnesota, tempat asalnya. Namun, Kim ingin tetap bertahan di dekat keluarganya dan Hollywood di Los Angeles. Bila Anda berdua serius, bicarakan hal ini berdua sebelum melangkah di altar. Anda harus tahu apakah Anda atau dia dapat hidup jauh dari keluarga besar, atau hidup berjauhan, termasuk pilihan karir di tempat lain dan bagaimana nasib anak-anak kalian nanti.

2.  Apakah ingin punya anak? Kapan?

Salah satu alasan perceraian Brad Pitt dan Jennifer Aniston adalah mereka berdua memiliki perbedaan pendapat kapan memiliki anak. Aniston yang saat itu tengah mengejar karir menyatakan selalu ingin memiliki anak. Namun menjelang perpisahan mereka, Pitt makin vokal menyatakan keinginannya memiliki momongan segera. Sebagai pelajaran, diskusikan dengan pasangan apakah kalian menginginkan anak dan kapan Anda berencana membangun keluarga bersama?

3.  Apa kepercayaan yang kita miliki sejalan?

Inilah yang membuat pernikahan Nicole Kidman dan Tom Cruise selama 10 tahun kandas. Kepercayaan Tom terhadap ajaran Scientology ternyata lebih kuat daripada komitmennya dengan Kidman, seorang pemeluk Katolik taat. Perbedaan keyakinan akan memengaruhi pandangan pasangan tentang berbagai hal seperti kehidupan, tuhan dan beribadah. Ini akan membuat kehidupan rumah tangga bahagia sulit tercapai dalam jangka panjang. Perbedaan keyakinan juga pasti akan memengaruhi cara mendidik dan membesarkan anak. Jadi, sebelum melangkah lebih jauh, pertimbangkan sekarang.

4.  Apakah Anda memiliki hutang dalam jumlah besar?

Jennifer Lopez akhirnya memutuskan untuk menceraikan suaminya, Marc Anthony awal tahun ini. Tapi bila dia mengetahuinya sejak 2007, mungkin J.Lo akan sudah menjadikan sebagai batu sandungan dalam hubungan mereka. Saat itu Marc Anthony  mengakui memiliki hutang pajak sebesar US$2,5 juta. Jumlah utang yang besar akan mendatangkan banyak pertengkaran yang memengaruhi kehidupan rumah tangga. Sebelum menikah, bicarakan apakah Anda tetap mempertahankan rekening masing-masing, atau membuka rekening bersama. Tanyakan pula berapa kartu kredit yang kalian miliki dan utang yang tengah dicicil.

5.  Seberapa dekat Anda dengan keluarga?

Dekat dengan keluarga memang sangat menyenangkan, namun memutuskan segala sesuatu dengan persetujuan keluarga besar satu hal berbeda. Saat Nick Lachey dan Jessica Simpson cerai, faktor penyebab perpisahan mereka dikabarkan adalah ayah Jessica, Joe, yang terlalu terlibat dalam kehidupan pribadi pasangan ini.

Bila ingin menikah, meminta pendapat dan restu dari orang tua sangat penting. Namun, Anda harus menentukan batas dimana orang tua dapat berperan dalam kehidupan Anda dengan pasangan. Bila tidak diatasi, hubungan dengan pasangan dan orang tua bisa memanas dan menimbulkan pertengkaran  terus menerus.

6.  Sanggupkah hidup bersama selamanya?

Saat mengajukan pertanyaan ini saat kalian sedang kasmaran, pasangan tentu akan menjawabnya 'ya'. Namun, sebaiknya sebelum memutuskan hidup bersama, bukalah percakapan yang bisa membuat kalian jujur tentang kesetiaan pasangan di masa datang. Dengan begitu, bila mengetahui ada salah satu di antara kalian yang memiliki kecenderungan selingkuh, kalian dapat mengontrol diri sendiri.

Selain itu, Anda bisa melihat sejarah masa lalunya. Bila mengulik sejarah Jesse James, hal itu mungkin bisa jadi pertimbangan Sandra Bullock sebelum menikah. Yang patut di camkan, sekali berselingkuh pasangan takkan selalu berkhianat. Tapi, pasangan yang selalu berselingkuh akan selalu berkhianat bila ada kesempatan.

Sumber : kosmo.vivanews.com

Inilah Dua Tipe Pria yang Harus Dihindari

Kini, perempuan muda lebih punya banyak pilihan cara menemukan pasangan. Pasalnya, perempuan urban modern lebih memiliki banyak akses untuk mencari pasangan kencan. Namun, saking banyaknya pilihan, justru perempuan muda juga terjebak dalam hubungan dengan pria berperangai buruk.

pria brengsek

Berbagai kemudahan, mulai dari internet hingga berbagai aktivitas sosial yang mempertemukan perempuan dan laki-laki sebenarnya membantu perempuan muda menemukan pria idamannya. Perempuan muda masa kini juga lebih mampu membuat keputusan atas dirinya. Termasuk menentukan keberlangsungan hubungan. Apakah hubungan dilanjutkan ke pernikahan atau tidak, dengan menilai kepribadian si dia.

Sayangnya, dengan banyaknya pilihan cara mencari pasangan justru tak sedikit perempuan yang lantas memandang negatif semua laki-laki, karena pengalaman buruk dengan pasangannya. Rachel Russo, coach pasangan dan edukator pernikahan, memberikan saran untuk Anda, dalam menemukan pria idaman yang tahu cara memperlakukan perempuan dengan baik. Russo mengatakan, untuk mendapatkan pasangan ideal, prinsipnya, sebisa mungkin hindari dua tipe laki-laki ini:

1. Pria berlagak "brengsek".

Pria tipe ini adalah mereka yang sebenarnya pria baik, namun tumbuh dengan cara buruk. Mereka menjadi seakan-akan brengsek, tak tahu cara memperlakukan pasangannya dengan baik, karena dididik dengan cara yang keliru. Pria tipe ini tak terbiasa mengungkapkan emosi dan bersikap terbuka dengan lawan jenis. Mereka dididik dan diasuh dengan cara ini.

Baginya, menunjukkan perasaan sama saja mengibiri diri. Para pria ini kemudian muncul dengan karakter yang sok tangguh dan kuat. Punya kontrol kuat atas emosi dan perasaannya, dan berusaha tak pernah menunjukkannya.

Dalam hubungan, pria tipe ini cenderung bersikap abu-abu. Jika Anda menunjukkan bahwa Anda ingin membawa hubungan ke tahap lebih serius, pria tipe ini justru akan melakukan berbagai hal yang membuat Anda bertanya-tanya apakah dia sebenarnya cocok untuk Anda. Pria tipe ini juga berpikir bahwa perempuan sama "brengsek" nya dengannya.

2. Pria "brengsek" sebenarnya.

Kalau tipe yang satu ini, sebaiknya Anda jauhi. Citra "brengsek" melekat dalam dirinya. Pria tipe ini datang dan pergi semaunya. Ia hanya datang di kala ada maunya saja. Sebenarnya, pria tipe ini tak ingin melakukan berbagai hal bersama Anda.

Pria tipe ini hanya akan menghubungi Anda saat ada maunya, atau saat ia sedang mabuk. Ia juga cenderung berbohong kepada Anda, memanupulasi pasangannya, membuat Anda merasa sangat dicintainya namun hal itu dilakukan karena ia menginginkan tubuh Anda atau berhubungan seks semata. Karakter seperti ini menurun dari orangtuanya, terutama ayahnya. Menurut Russo, biasanya pria tipe ini juga memiliki ayah dengan karakter sama.

Untuk menemukan pria impian, tak hanya dua tipe pria ini yang perlu Anda pahami dan hindari. Jika Anda ingin melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan, Anda juga perlu menjadi perempuan cerdas yang tahu kapan harus mengakhiri hubungan dan meninggalkan pasangan yang bersikap buruk.

Jika Anda mengidentifikasi pasangan termasuk dua tipe ini, segera selamatkan diri Anda. Jangan sampai Anda jatuh hati terhadapnya, apalagi berhasil dimanipulasinya. Selalu ada tanda-tanda yang bisa Anda kenali untuk menghindarkan diri dari pria berperangai buruk ini. Anda hanya perlu lebih jeli dan peka melihat tanda, dan berani membuat keputusan untuk menjadi lebih bahagia, meski harus meninggalkannya.

Sumber : female.kompas.com

Inilah Dua Tipe Pria yang Harus Dihindari

Kini, perempuan muda lebih punya banyak pilihan cara menemukan pasangan. Pasalnya, perempuan urban modern lebih memiliki banyak akses untuk mencari pasangan kencan. Namun, saking banyaknya pilihan, justru perempuan muda juga terjebak dalam hubungan dengan pria berperangai buruk.

pria brengsek

Berbagai kemudahan, mulai dari internet hingga berbagai aktivitas sosial yang mempertemukan perempuan dan laki-laki sebenarnya membantu perempuan muda menemukan pria idamannya. Perempuan muda masa kini juga lebih mampu membuat keputusan atas dirinya. Termasuk menentukan keberlangsungan hubungan. Apakah hubungan dilanjutkan ke pernikahan atau tidak, dengan menilai kepribadian si dia.

Sayangnya, dengan banyaknya pilihan cara mencari pasangan justru tak sedikit perempuan yang lantas memandang negatif semua laki-laki, karena pengalaman buruk dengan pasangannya. Rachel Russo, coach pasangan dan edukator pernikahan, memberikan saran untuk Anda, dalam menemukan pria idaman yang tahu cara memperlakukan perempuan dengan baik. Russo mengatakan, untuk mendapatkan pasangan ideal, prinsipnya, sebisa mungkin hindari dua tipe laki-laki ini:

1. Pria berlagak "brengsek".

Pria tipe ini adalah mereka yang sebenarnya pria baik, namun tumbuh dengan cara buruk. Mereka menjadi seakan-akan brengsek, tak tahu cara memperlakukan pasangannya dengan baik, karena dididik dengan cara yang keliru. Pria tipe ini tak terbiasa mengungkapkan emosi dan bersikap terbuka dengan lawan jenis. Mereka dididik dan diasuh dengan cara ini.

Baginya, menunjukkan perasaan sama saja mengibiri diri. Para pria ini kemudian muncul dengan karakter yang sok tangguh dan kuat. Punya kontrol kuat atas emosi dan perasaannya, dan berusaha tak pernah menunjukkannya.

Dalam hubungan, pria tipe ini cenderung bersikap abu-abu. Jika Anda menunjukkan bahwa Anda ingin membawa hubungan ke tahap lebih serius, pria tipe ini justru akan melakukan berbagai hal yang membuat Anda bertanya-tanya apakah dia sebenarnya cocok untuk Anda. Pria tipe ini juga berpikir bahwa perempuan sama "brengsek" nya dengannya.

2. Pria "brengsek" sebenarnya.

Kalau tipe yang satu ini, sebaiknya Anda jauhi. Citra "brengsek" melekat dalam dirinya. Pria tipe ini datang dan pergi semaunya. Ia hanya datang di kala ada maunya saja. Sebenarnya, pria tipe ini tak ingin melakukan berbagai hal bersama Anda.

Pria tipe ini hanya akan menghubungi Anda saat ada maunya, atau saat ia sedang mabuk. Ia juga cenderung berbohong kepada Anda, memanupulasi pasangannya, membuat Anda merasa sangat dicintainya namun hal itu dilakukan karena ia menginginkan tubuh Anda atau berhubungan seks semata. Karakter seperti ini menurun dari orangtuanya, terutama ayahnya. Menurut Russo, biasanya pria tipe ini juga memiliki ayah dengan karakter sama.

Untuk menemukan pria impian, tak hanya dua tipe pria ini yang perlu Anda pahami dan hindari. Jika Anda ingin melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan, Anda juga perlu menjadi perempuan cerdas yang tahu kapan harus mengakhiri hubungan dan meninggalkan pasangan yang bersikap buruk.

Jika Anda mengidentifikasi pasangan termasuk dua tipe ini, segera selamatkan diri Anda. Jangan sampai Anda jatuh hati terhadapnya, apalagi berhasil dimanipulasinya. Selalu ada tanda-tanda yang bisa Anda kenali untuk menghindarkan diri dari pria berperangai buruk ini. Anda hanya perlu lebih jeli dan peka melihat tanda, dan berani membuat keputusan untuk menjadi lebih bahagia, meski harus meninggalkannya.

Sumber : female.kompas.com

05/11/11

Ternyata Menjadi Lajang Itu Menyenangkan!

Menjadi seorang lajang tidak selalu berarti bencana, dan membuat Anda merasa kesepian. Meskipun berstatus lajang, Anda juga bisa bahagia kok. Berikut beberapa alasan mengapa belum punya pasangan itu tak seburuk yang Anda bayangkan.

lajang maskolis

1. Hanya karena Anda punya pasangan, bukan berarti Anda bahagia.

Di dunia ini, banyak juga orang yang memiliki hubungan yang buruk dengan pasangannya, sehingga mereka hidup dalam ketakutan, ketergantungan, dan perasaan tak aman. Selain itu, beberapa orang juga terganggu karena kehadiran pasangan justru tak bisa mendukung perkembangan diri mereka masing-masing. Jadi, lebih baik menjadi seorang lajang dan menunggu untuk mendapatkan seorang pasangan yang memahami kebutuhan dan keinginan masing-masing.

2. Lebih menghargai diri sendiri.

Orang yang sering berganti-ganti pasangan cenderung sulit memiliki hubungan baik dengan dirinya. Mereka juga lebih sering merasa depresi karena butuh waktu yang lama untuk memperbaiki diri, dan belajar berbagai hal dari hubungan percintaan tersebut. Mengambil jarak dan waktu yang tepat antara setiap hubungan baru bisa menjadi keputusan yang baik. Orang yang sering berganti-ganti pasangan biasanya tidak menemukan apa yang diinginkan dari kekasih terdahulunya, dan kenyataan ini sering membuat mereka akhirnya kurang menghargai dirinya sendiri.

3. Punya kebebasan memilih.

Ketika menjalin sebuah hubungan, seringkali waktu, energi, dan komitmen dicurahkan sepenuhnya pada hubungan tersebut agar tetap terjalin baik. Padahal ada saat-saat tertentu seseorang harus mencurahkan waktu dan energinya keluarga, pekerjaan, pendidikan, atau hal-hal lainnya. Saat menjadi lajang Anda bisa lebih bebas untuk mencurahkan waktu untuk hal-hal yang Anda inginkan saja. Misalnya untuk membuat perubahan karier besar, merawat orang tua, atau melanjutkan pendidikan. Ketika Anda sedang berada dalam suatu hubungan, Anda harus membuat keputusan bersama, berkompromi, atau justru mengalah.

4. Mendapat lebih banyak perhatian

Kok bisa? Tentu saja. Dengan menjadi perempuan lajang Anda bebas bergaul dengan siapa saja, kapan saja, dan dimana saja. Perhatian yang Anda dapatkan bisa Anda peroleh dari lingkungan pergaulan Anda yang lebih luas, misalnya dari teman-teman kantor, teman bergaul -baik pria ataupun wanita, atau keluarga. Hal ini bisa Anda dapatkan karena Anda juga mencurahkan banyak perhatian dan cinta kepada mereka. Memiliki pasangan bukan berati Anda memiliki banyak cinta dalam hidup.

5. Menjadi diri sendiri.

Dalam suatu hubungan, yang paling penting adalah Anda bisa menjadi diri Anda sendiri. Karena, Anda tidak perlu berpura-pura di hadapan pasangan, tidak perlu mengubah karakter atau penampilan Anda menjadi seperti yang diharapkannya. Saat menjadi lajang, Anda bisa tampil sebagai diri sendiri dan tak perlu melakukan berbagai hal dengan terpaksa hanya untuk menyenangkan hati pasangan Anda.

Sumber : female.kompas.com

Kenali 7 Gejala Awal Serangan Stres

Stres tak selalu ditandai dengan wajah yang muram, kosong, menangis terus-menerus, cepat marah, atau frustrasi. Benar, gejala tersebut memang dialami oleh beberapa orang yang sedang stres. Namun sebelum mencapai tahap tersebut ada gejala yang menjadi pertanda awal dari serangan stres.

serangan stres

1. Sulit tidur.

Berhati-hatilah jika Anda merasa sulit tidur tanpa alasan yang tepat. Banyak orang yang kesulitan tidur di malam hari karena mereka terus-menerus memikirkan berbagai hal yang mungkin tidak berjalan sempurna, dan terus menyesalinya. Tak jarang juga mereka terbangun di tengah malam, dan sulit untuk kembali tertidur.

2. Nyeri dan sakit.

Penelitian membuktikan bahwa satu pikiran stres dapat menyebabkan perubahan pada semua proses yang terjadi dalam tubuh manusia. Rasa sakit dan nyeri yang dialami sebenarnya merupakan reaksi dari tubuh terhadap rasa lelah yang dihadapi. Jika sudah merasakan hal ini, sebaiknya Anda berhati-hati agar tidak stres dan jatuh sakit.

3. Tak bersemangat.

Semangat merupakan salah satu hal yang sangat diperlukan untuk melakukan berbagai aktivitas. Stres tak hanya mempengaruhi proses dalam tubuh manusia, tapi juga pada sistem regenerasi sel tubuh. Sel yang terhambat regenerasinya, akan membutuhkan lebih banyak energi untuk meregenerasi sel baru. Akibatnya, energi untuk beraktivitas fisik pun menjadi lebih sedikit.

4. Tidak fokus.

Stres sangat mempengaruhi pikiran Anda, termasuk dalam berfokus pada sesuatu hal. Pernahkah Anda merasa memikirkan banyak hal sekaligus dalam satu waktu? Misalnya, Anda sedang memikirkan sebuah pekerjaan baru, dan 2 menit kemudian Anda sudah memikirkan hal lain lagi sebelum menyelesaikan perkerjaan pertama. Perilaku ini tidak hanya akan membuat Anda stres karena pekerjaan Anda belum selesai, tetapi juga akan memecahkan konsentrasi banyak pekerjaan yang menumpuk. Jika tak diatasi, bisa menyebabkan tingkat stres yang tinggi.

5. Berpikir tidak jernih.

Pernahkan Anda kebingungan untuk mengungkapkan suatu hal dalam kata-kata atau menuliskan laporan? Atau sering bingung untuk memulai suatu pekerjaan? Hal ini merupakan suatu pertanda bahwa Anda terserang stres. Kadar adrenalin dan kortisol dalam aliran sistem otak Anda berada pada tingkat yang berlebihan, atau disebut inhibisi kortisol, yang berarti kita tidak bisa mengakses bagian otak yang bertanggung jawab untuk membuat keputusan, memecahkan masalah, dan berpikir kreatif.

6. Kehilangan selera humor.

Ketika Anda berada dalam gejala stres, Anda menjadi terlalu memikirkan segala sesuatunya dengan serius. Ingatlah saat-saat Anda bisa menertawakan semua kesalahan yang Anda lakukan, dan ketika Anda bisa tersenyum dengan spontan karena berbagai hal yang menggembirakan. Ketika sedang stres, sudut pandang kita mulai menyempit dan kita mulai melihat segala sesuatunya dari sisi serius.

7. Berpikir negatif.

Bisakah Anda melihat berbagai kebaikan dalam diri orang lain? Jika Anda lebih sering menilai seseorang dari sisi negatifnya, maka berhati-hatilah. Banyak orang tak menyadari bahwa kecenderungan ini sebenarnya merupakan gejala awal stres. Ketika stres, pikiran kita menjadi tidak jernih dan cenderung berpikir tentang segala sesuatu yang buruk tentang orang lain.

Ada baiknya, kenali tanda-tanda ini agar Anda segera menyadari bahwa Anda sedang mengalami stres. Jika sudah terlanjur mengalami stres, tariklah nafas dalam-dalam, dan rehat sejenak dari aktivitas yang Anda lakukan sekarang. Setelah pikiran kembali jernih, kembalilah ke aktivitas Anda sebelumnya.

Sumber : female.kompas.com

02/11/11

Inilah Cara Mengatasi Depresi Tanpa Obat

Seseorang biasanya tidak sadar sedang mengalami depresi terutama depresi ringan hingga sedang karena gejalanya tidak terlalu mencolok. Ketika depresi telah menjadi berat, baru kemudian kebanyakan orang menemui dokter dan diresepkan obat antidepresan. Di samping berbagai macam efek sampingnya, ada baiknya depresi diatasi dengan cara-cara tanpa obat yang lebih menyehatkan. Seperti dikutip dari Health.com, Rabu (2/11/2011), cara-cara tersebut antara lain:

mengatasi depresi

1.  Olahraga

Olahraga dapat meredakan depresi, nampaknya cara kerjanya adalah dengan mempengaruhi pengeluaran bahan kimia otak yang mengatur suasana hati, yaitu norepinefrin dan serotonin. Olahraga juga dapat melepaskan endorfin yang menyebabkan perasaan seperti 'melayang' pada beberapa atlet pelari. Profesor psikiatri dan ilmu perilaku di Duke University School of Medicine di Durham NC, P Murali Doraiswamy MD, merekomendasikan agar melakukan olahraga sebanyak 3-5 kali seminggu selama 20 sampai 30 menit. Latihan aerobik seperti jalan cepat adalah yang terbaik.

2. Terapi cahaya

Pada hari-hari mendung di musim dingin, beberapa orang rentan mengalami depresi ringan yang disebut gangguan afektif musiman atau seasonal affective disorder (SAD). Salah satu cara untuk meredakan gejalanya adalah dengan terapi cahaya, yaitu duduk di dekat sebuah kotak dengan cahaya terang benderang seperti cahaya di luar.

Terapi ini biasanya dilakukan selama sekitar 15 menit dan meningkat hingga dua jam setiap hari. Waktunya tergantung pada tingkat keparahan gejala dan intensitas cahaya yang ditentukan oleh dokter. Terapi ini tidak menyembuhkan depresi, namun dapat meringankan gejalanya setelah beberapa hari.

3. Punya Buku Harian atau Diary

Penelitian menunjukkan, terapi yang mengajarkan cara berpikir positif dapat meredakan depresi. Dr Doraiswamy merekomendasikan agar menulis buku harian suasana hati. "Ini adalah alat yang digunakan untuk melatih seseorang melacak hal-hal positif yang terjadi dalam hidupnya dan tidak membiarkan kejadian negatif menyebabkannya jatuh," kata Dr Doraiswamy.

Buku harian suasana hati akan menjaga kejadian negatif tetap dalam perspektif yang wajar dan juga berfungsi sebagai pengingat bahwa hari-hari yang baik bisa terjadi. Dr Doraiswamy merekomendasikan agar tidak menulis buku harian setiap hari jika merasa terlalu banyak pekerjaan. Menulisnya sekali seminggu akan lebih mudah agar kebiasaan ini dapat tetap dilanjutkan.

4.  Akupunktur

Seperti halnya banyak terapi alternatif lain, tidak ada data yang membuktikan akupunktur mampu mengurangi depresi. Namun beberapa penelitian menunjukkan hal itu mungkin. Salah satu peneltiian kecil yang dilakukan Universitas Arizona terhadap 33 orang wanita depresi menemukan bahwa 64% dari pasien depresi mengalami perbaikan gejala setelah menjalani akupunktur, dibandingkan dengan hanya 27% pada kelompok yang tidak mendapat pengobatan serupa.

Pada kajian kedua dalam Journal of Affective Disorders, 70 orang pasien dengan gangguan depresi tinggi yang telah meminum obat antidepresan tampaknya menunjukkan perbaikan lebih besar jika mendapat terapi akupunktur dibandingkan dengan yang tidak mendapat akupunktur.

5. Dukungan kelompok

Kelompok pendukung sudah lama digunakan sebagai standar perawatan mental, tapi tidak digunakan sesering saat ini. Metode ini merupakan cara yang sangat baik untuk membantu mengobati depresi ringan. Kelompok ini akan memberikan pendidikan menegnai depresi, berperan sebagai komunitas pendukung, dan memberi kesempatan belajar bagi orang-orang yang menghadapi masalah serupa.

"Untuk alternatif bagi pasien yang tidak tertarik dalam diskusi mengenai depresi, sebaiknya ia mencari kelompok untuk berbagi minat, entah itu klub buku atau yoga," kata Dr Doraiswamy.

6.  Terapi perilaku kognitif

Dr Doraiswamy menyebut terapi perilaku kognitif atau cognitive behavioral therapy (CBT) sebagai upaya pendidikan yang canggih bagi penderita depresi. Metode ini didasarkan pada kenyataan bahwa pikiran lah yang memicu perasaan. Menyadari pikiran-pikiran negatif dan belajar untuk mengubah pola yang tidak sehat dapat mengubah cara kerja otak dan reaksi terhadap situasi. CBT adalah terapi jangka pendek yang berlangsung selama 10 sampai 20 sesi. Metode ini telah terbukti efektif dalam mengobati depresi ringan sampai sedang.

7.  Minyak ikan

Makanan yang mengandung asam lemak omega-3 ditemukan pada ikan, termasuk ikan salmon, tuna albacore, dan ikan haring. Kajian mengenai minyak ikan tidak dapat disimpulkan, namun diperkirakan bahwa kekurangan asam lemak ini pada waktu tertentu dapat menyebabkan perubahan suasana hati dan depresi. Di daerah di mana konsumsi makanan dengan omega-3 nya tinggi, para penduduknya cenderung memiliki tingkat depresi yang rendah.

8.  Meditasi

Penelitian menunjukkan bahwa meditasi berperan dalam mencegah kekambuhan depresi. Penelitian ini difokuskan pada kesadaran berbasis terapi kognitif yang menggabungkan meditasi tradisional dengan pendekatan perilaku kognitif. Dalam dua penelitian yang berbeda, pasien depresi dirawat dengan antidepresan hingga gejalanya mereda. Kemudian satu kelompok diminta terus meminum obat sedangkan kelompok lain melanjutkan pengobatan dengan terapi meditasi.

Tingkat kekambuhan kelompok yang menggunakan meditasi sama dengan yang meminum antidepresan (sekitar 30%), dan lebih rendah dari yang meminum plasebo (sekitar 70%). Sedangkan pada penelitian kedua menemukan bahwa sebanyak 47% dari kelompok meditasi mengalami kekambuhan depresi, lebih sedikit jika dibandingkan dengan 60% orang dari apsien yang hanya meminum antidepresan saja.

9.  Kunyit

Sebuah kajian dalam Journal of Ethnopharmacology menyarankan bahwa kunyit dapat meningkatkan kadar serotonin dan bahan kimia lain dalam otak. Penelitian kecil terhadap 38 orang selama enam minggu menemukan bahwa kunyit sama efektifnya dengan obat Fluoxetine (Prozac) dalam mengurangi gejala depresi. Peserta mengkonsumsi kunyit juga melaporkan efek samping yang lebih sedikit, seperti berkeringat dan disfungsi seksual, daripada yang meminum fluoxetine.

10.  Yoga

Yoga dapat mengurangi stres dan gejala depresi. Penelitian telah menunjukkan bahwa pada penderita gangguan emosi dan depresi berat, berlatih yoga dapat mengurangi stres, rasa permusuhan, kecemasan, depresi, meningkatkan energi, kualitas tidur, dan kesejahteraan. Meskipun tidak terlalu banyak penelitian pada tema ini, yoga terbukti dapat menjadi alat yang sederhana dan berisiko rendah untuk mengatasi depresi.

11. SAMe

S-adenosylmethionine, atau SAMe, adalah suplemen yang dianggap berperan dalam pembuatan neurotransmitter di otak. Beberapa uji klinis telah menunjukkan bahwa bahan ini efektif sebagai obat untuk mengobati depresi dan lebih efektif dibandingkan plasebo. Suplemen ini juga telah terbukti memiliki efek samping yang lebih sedikit dibanding kebanyakan antidepresan lain.

12. St John wort

Salah satu suplemen yang paling banyak diteliti untuk mengatasi depresi adalah St John Wort, tanaman berbunga kuning yang digunakan dalam teh, pil, dan ekstrak. The National Center for Complementary and Alternative Medicine di AS menganalisis 37 penelitian dan menemukan bahwa suplemen ini dapat bermanfaat sebagai antidepresan untuk mengatasi depresi ringan. Namun ada satu peringatan; St John Wort bisa mengurangi efektivitas beberapa obat resep, termasuk pil KB, obat-obatan HIV, pengencer darah, dan beberapa obat antikanker.

Sumber : detikhealth.com

29/10/11

Inilah 10 Rahasia Pasangan Setia Para Selebritis

Tetap setia menjaga hubungan boleh jadi menjadi tantangan bagi Anda atau sebaliknya, justru tak sulit melakukannya. Namun, bagi selebriti terutama di Hollywood, kesetiaan perlu diperjuangkan. Pasangan Hollywood ini berhasil membuktikan kesetiaannya terhadap pasangan. Apa sih rahasianya?

pasangan setia

1. Kirk Douglas dan Anne Buydens: Memilih pasangan dengan hati-hati.
Douglas, 94, dan istrinya tercatat sebagai pasangan yang memiliki usia pernikahan terlama di Hollywood, 57 tahun. Kuncinya, pilih pasangan yang tepat untuk menikah. Douglas menyebut istrinya sebagai perempuan yang suportif. "Anda bisa mengetahui berbagai hal tentang seorang pria dari sosok perempuan yang dinikahinya," katanya.

2. Alan Alda dan Arlene Weiss: Pertahankan selera humor.
Alda, 75, dikenal sebagai aktor yang memiliki pola pikir liberal dan bahkan feminisme.  Kesan serius boleh saja menempel dalam dirinya. Namun, baginya, humor penting hadir dalam pernikahan juga dalam berbagai hal dalam kehidupan.

"Ketika orang tertawa, mereka tidak sedang saling melukai satu sama lain," tuturnya. Formula ini terbukti ampuh dalam pernikahannya. Ia dan istrinya, fotografer Arlene Weiss, telah menikah selama 54 tahun.

3. Martin Sheen dan Janet Templeton: Selalu bersama dalam masa sulit sekalipun.
Sheen, 71, dan istrinya akan merayakan hari jadi pernikahan ke 50 tahun ini. Masa sulit berhasil dilalui pasangan ini. Sheen berjuang melawan kecanduannya terhadap alkohol. Kebersamaan membuat pasangan ini tetap setia di usia senja. Sheen juga dikenal menolak aborsi. Istrinya, merupakan anak yang lahir dari pemerkosaan. Sheen pernah mengatakan kepada salah satu pewawancara, bahwa jika aborsi telah dilakukan pada saat istrinya lahir, Templeton takkan pernah dilahirkan dan menjadi bagian dari hidupnya kini.

4. Sissy Spacek dan Jack Fisk: Jika menurut Anda benar, jadilah ibu rumah tangga.
Aktris berusia 61 tahun ini menikahi sutradara Jack Fisk, 37 tahun silam. Spacek memilih menjadi ibu rumah tangga, pilihan yang hampir jarang dilakukan selebriti Hollywood. Ia meninggalkan dunia keaktrisannya untuk mengasuh dan merawat anak perempuannya, Schuyler dan Madison.

"Saya sudah menjalani karier belasan tahun sebelum berkeluarga. Lalu saya memilih, menjadi ibu rumah tangga setelahnya. Sesekali, satu atau dua kali dalam satu tahun, saya masih mengambil beberapa pekerjaan yang menurut saya menarik, dan sekaligus untuk menjaga kehidupan sosial saya," jelasnya.

5. Ron Howard dan Cheryl Alley: Mensyukuri apa yang dimiliki.
Memiliki keluarga bagi Howard dan Alley merupakan kenikmatan tersendiri. Sutradara ternama di Hollywood ini memilih menikah dengan kekasihnya saat SMA. Pasangan ini memiliki empat anak dan melihat keluarganya sebagai pencapaian terbesar dalam hidupnya. "Empat puluh delapan tahun bekerja, sambil menjaga kehidupan keluarga," katanya mensyukuri apa yang ia miliki kini.

6. Jeff Bridges dan Susan Geston: Merasa nyaman.
Bridges, 61, merasa nyaman saat kali pertama bertemu Geston di lokasi syuting film "Rancho Deluxe." "Saya merasa seperti berada di rumah, perasaan menenangkan, merasa diinginkan. Dalam pernikahan, perasaan seperti inilah yang didambakan," kata Bridges yang mengaku masih merasakan hal yang sama, di 34 tahun pernikahannya.

7. Meryl Streep dan Don Gummer: Memahami prioritas setiap individu.
Pasangan menikah adalah juga individu yang perlu dihargai. Streep, 62, boleh jadi adalah aktris yang paling tenar untuk generasinya. Sementara Gummer adalah adalah seorang pemahat, seniman yang dikenal di dunia seni rupa. Dunia yang berbeda ini justru menyatukan keduanya, dan tetap harmonis selama 33 tahun dalam pernikahan.

"Suami saya mendorong dirinya untuk menciptakan sesuatu, hal baru. Sedangkan orang yang terbiasa menjalani pekerjaan dan rutinitas yang umum mungkin akan kesulitan memahaminya. Setiap orang harus memiliki pasangan tempat berbagi nilai, bersama," kata Streep.

8. Dustin Hoffman dan Lisa Gottsegen: Berempati.
Empati selalu hadir dalam kehidupan pernikahan Hoffman dan Gottsegen. Pasangan menikah ini memiliki empat anak. Satu-satunya kecemburuan Hoffman terhadap istrinya adalah ia tak pernah bisa merasakan seperti apa hamil dan menyusui. Sepertinya, jika mungkin, Hoffman mau saja bertukar peran dengan istrinya. Namun karena tak mungkin mengubah fungsi reproduksi, yang bisa dilakukannya adalah dengan berempati, merasakan seperti apa yang dirasakan pasangan untuk kemudian memberikan dukungan terbaik sebagai pasangan.

9. Denzel dan Pauletta Washington: Keluarga nomor satu.
Aktor kenamaan Denzel Washington menikahi Pauletta selama 28 tahun. Bagi pasangan ini, terutama bagi Denzel, nilai yang dianutnya adalah keluarga menjadi prioritas. "Akting hanyalah salah satu bagian kehidupan, tapi keluarga adalah kehidupan itu sendiri," kata Denzel.

10. Tom Hanks dan Rita Wilson: Selalu berusaha membahagiakan.
Tom Hanks, 55, aktor ternama yang dikenal secara pribadi sebagai Mr Nice Guy, juga harus memperjuangkan pernikahannya. "Sulit untuk memiliki pernikahan yang selalu bahagia," kata Hanks yang membuktikan usahanya menghadirkan kebahagiaan dengan mempertahankan pernikahan yang kini memasuki 23 tahun.

Sumber : female.kompas.com

28/10/11

Inilah Alasan Wanita Selingkuhi Pasangan

Perselingkuhan dalam sebuah hubungan adalah sesuatu yang sangat menghancurkan. Pertanyaan pertama yang terlintas dalam pikiran saat pasangan berselingkuh adalah mengapa? Sebuah studi terbaru oleh Universitas Guelph di Ontario, Kanada, melakukan penelitian untuk mengungkapnya. Mereka menemukan, alasan berselingkuh sangat berbeda di antara kedua jenis kelamin. Untuk pria, biasanya semakin besar hasrat seksual mereka, semakin tinggi risiko berselingkuh.

alasan wanita selingkuh

Sedangkan, bagi wanita, perselingkuhan lebih didasarkan tingkat kepuasaan dalam hubungan yang dijalani. Jika tidak bahagia dalam pernikahannya, wanita 2,6 kali lebih mungkin untuk berselingkuh. Apapun alasan perselingkuhan, akan menimbulkan kerusakan dalam hubungan. Namun, ada benang merah dalam setiap perselingkuhan. Kevin Hansen, penulis 'Secret Regrets: What if You Had a Chance?' mengungkap hal-hal yang menyebabkan wanita berselingkuh dari pasangannya, seperti dikutip dari Shine.

Pasangan berlaku kasar

Banyak wanita menyadari hidup dalam kesalahan saat mengetahui pasangan berwatak kasar dan berusaha selalu mengendalikan pasangan. Tipe pria seperti ini seringkali meminta pasangan untuk selalu memenuhi keinginannya. Bila tak dituruti, mereka tak segan menggunakan kekerasan untuk 'meluruskan' pasangan. Terlepas dari baik-buruknya perselingkuhan, bagi wanita yang hidup dalam hubungan seperti ini, berselingkuh dapat membuat mereka lebih baik dan merasa dihormati orang lain.

Psikolog Michael E. Silverman, PhD, mengatakan jika berada dalam sebuah hubungan yang penuh kekerasan, selingkuh bukan cara terbaik. Minta bantuan dari seorang teman yang dapat dipercaya, keluarga, atau terapis untuk mengubah perilakunya. Bila dia tidak dapat mengubah perilaku kekerasannya, lebih baik lepaskan hubungan sebelum menjalin hubungan baru.

Membenci satu sama lain

Perbedaan cara pandang dan keinginan boleh saja berbeda. Namun, sebagian pasangan tidak dapat saling berkomunikasi dan menemukan hal terbaik untuk menyelesaikannya. Sehingga, kemarahan yang tak terselesaikan membuat tumbuhnya perasaan benci. Tak jarang, pasangan yang mulai saling membenci saling menyakiti.

Umumnya, hal ini akan berlangsung dalam waktu cukup lama dan mulai menggerogoti kenyamanan dan keintiman dalam hubungan. Untuk mengobati kekosongan, pasangan bisa mencari rasa nyaman dari orang lain lewat perselingkuhan. Menurut Dr Silverman, kemarahan yang tak terselesaikan adalah lahan subur perselingkuhan. Dia menekankan pentingnya kejujuran dan komunikasi intens pasangan agar hubungan dapat dipertahankan.

Kebosanan dan rasa tak bahagia

Umumnya terjadi saat hubungan sudah berlangsung lama. Awal hubungan yang membara bisa berubah menjadi sesuatu yang menjadi sebuah rutinitas dan membosankan. Akibatnya banyak yang merasa tak bahagia hidup dalam hubungan. Berselingkuh, bagi wanita jenis ini merupakan suntikan semangat dan gairah yang tidak dapat diperoleh lagi dari hubungan yang dijalani. Perasaan kuat, mandiri, dan percintaan yang hangat adalah alasan wanita untuk melirik pria lain. 

Ahli menyarankan, daripada mencurangi pasangan, lebih bijak bila membicarakannya dari hati ke hati dan untuk mengatasi stagnasi hubungan. Cobalah mengubah pola kebiasaan dalam hubungan dan komunikasikan perasaan dan kebutuhan Anda pada pasangan. Jika ingin mengubah tempo dan memperoleh sesuatu yang baru, berlibur berdua di tempat eksotis atau pindah ke kota baru dan memulai semua dari awal bisa menjadi solusi.

Pasangan workaholik

Wanita dengan pasangan yang terlalu terlibat dengan pekerjaan umumnya sangat mandiri dan independen. Mereka merasa komitmen untuk membangun keluarga dan anak-anak hanya berada pada pundak satu orang. Bila di biarkan berlanjut, perasaan dengan pasangan dapat terputus. Saat bertemu pria yang penuh perhatian, wanita merasa bisa terbebas dari rasa kesepian dalam hubungan pernikahan. Menurut Dr Silverman, obat dari kondisi ini adalah memulai dialog dengan pasangan dan membeberkan keinginan dan kebutuhan agar pola kehidupan dapat diperbaiki.

Pasangan selingkuh duluan

Saat mengetahui pasangan berselingkuh, banyak wanita yang sangat terluka dan marah. Perasaan dicampakkan dan dikhianati dapat menjadi dorongan kuat bagi wanita untuk balas dendam atas perlakuan pasangan: berselingkuh seperti yang dilakukan pasangan. Dr Silverman mengatakan, kemarahan dapat mengaburkan penilaian seseorang, itulah sebabnya ia bila salah satu pasangan berselingkuh, sebaiknya mengikuti konseling pernikahan. "Sebab, lamanya kebersamaan bukan jaminan bahwa pasangan telah saling mengenal satu sama lain," katanya.

Sumber : kosmo.vivanews.com

Advertisements

Advertisements