Hot Todays

Tampilkan postingan dengan label Sosial Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosial Budaya. Tampilkan semua postingan

26/11/11

Di Usia 96 Tahun Nenek Tua Ini Masih Jadi PSK

96 NEWS |  Di Usia 96 Tahun Nenek Tua Ini Masih Jadi PSK - Mulai berprofesi menjadi PSK (Pekerja Seks Komersial) pasca meletusnya Perang Dunia ke-2 setelah sang suami tewas dalam pertempuran, nenek renta yang sudah bau tanah bernama Milly Cooper ini mengklaim sudah ditiduri oleh lebih dari 3500 pria.
Yang mencengangkan adalah bahwa hingga di usianya yang senja ini sang nenek masih aktif menerima pelanggan walau tidak seramai dulu kala muda. Dalam seminggu nenek Cooper masih dibooking pelanggan dan para pelanggan itu usianya bervariasi antara 29 tahun hingga 92 tahun, heran juga ya koq ya ada yang masih tega berhubungan dengan sang nenek yang sudah renta begini.
Saat ini ia tinggal di Las Vegas Amerika Serikat setelah berpindah dari rumahnya di London Timur Inggris. Dalam perjalanan hidupnya sang nenek ini pernah tobat untuk tidak jadi PSK lagi alias libur menerima tamu selama 5 tahun namun karena ditinggalkan sang putri dan hidup dalam penghasilan yang tak menentu akhirnya sang nenek Cooper kembali ke profesi yang pernah ditekuninya hingga kini.
Nenek Cooper pernah pindah profesi dari PSK menjadi Mami alias Germo yang memiliki dan mengelola rumah Bordil dan saat itu dia menemukan pasangan hidup suaminya yang kedua seorang akuntan di tahun 1955. Seperti dikutip dari Daily Mail mengungkapkan bahwa sang germo saat ini memiliki anak buah sejumlah 10 PSK muda yang dia pekerjakan di rumah Bordilnya.
Walau sudah tua konon sang nenek Cooper ini masih memiliki payudara yang berukuran besar walau tubuhnya sudah kurus kerontang. Walah nek nek segera tobat saja ya nek sebelum ajal menjelang. Just For Info nenek Cooper tarif bookingnya sekali kencan sekitar 800 Poundsterling Atau sekitar Rp 11 jutaan dirata-rata dalam satu tahun masih beromset 50 ribu Poundsterling atau sekitar Rp 700 Jutaan.
sumber :  goinfotainment.com

12/11/11

Inilah Keunikan Tujuh Keajaiban Dunia Baru

Panitia New7Wonders of Nature telah mengumumkan tujuh finalis yang mendapatkan dukungan suara terbanyak sebagai tujuh keajaiban dunia baru untuk kategori alam. Selain Taman Nasional Komodo, ada Amazon, Halong Bay, Iguazu Falls, Jeju Island, Puerto Princesa Underground River dan Table Mountain. Mereka menyingkirkan 21 destinasi wisata alam lainnya yang masuk dalam jajaran finalis dan turut bersaing memenangi voting. Berikut profil mereka, seperti dikutip dari new7wonders:

1. Taman Nasional Komodo

taman nasional komodo

Taman Nasional Komodo yang meliputi Pulau Komodo, Rinca and Padar, ditambah pulau-pulau lain seluas 1.817 persegi adalah habitat asli komodo. Taman Nasional Komodo didirikan pada 1980 untuk melindungi kelestarian komodo. Tak hanya hewan langka tersebut, Taman Nasional Komodo juga untuk melindungi berbagai macam satwa, termasuk binatang-binatang laut.

2. Hutan Hujan Amazon

hutan hujan amazon

Hutan hujan Amazon, juga dikenal sebagai Amazonia, hutan Amazon atau Lembah Amazon. Mencakup wilayah seluas tujuh juta kilometer persegi, walau hutannya saja mencakup sekitar 5,5 juta kilometer persegi. Membentang pada sembilan negara, Amazon merupakan lebih dari separuh hutan hujan tersisa di planet ini dan terdiri dari bentang hutan hujan tropis paling kaya spesies di dunia.

Sementara sungai Amazon adalah sungai terbesar di dunia dalam hal volume, dengan total laju aliran lebih besar dari sepuluh sungai terbesar di dunia sekaligus. Sungai ini kurang lebih seperlima dari total aliran sungai di dunia dan memiliki daerah lembah resapan terbesar di dunia. Tidak ada satupun jembatan yang melintasi Amazon.

3. Halong Bay

halong bay

Sebuah teluk yang terletak di Provinsi Quang Ninh, Vietnam. Teluk ini terdiri dari ribuan karsts dan pulau-pulau kecil batuan kapur dengan berbagai ukuran dan bentuk. Teluk ini memiliki garis pantai sepanjang 120 kilometer dengan luas sekitar 1.553 kilometer persegi, yang terdiri dari 1.969 pulau-pulau kecil.

Beberapa pulau berlubang, dengan gua-gua yang sangat besar, sementara lainnya terdapat 'desa-desa' nelayan terapung yang berlalu-lalang di perairan dangkal untuk menangkapi 200 spesies ikan dan 450 jenis moluska. Fitur lain yang spesifik terdapat di Teluk Halong adalah banyaknya danau di dalam pulau-pulau batu kapur.

4. Air Terjun Iguazu

air terjun iguazu

Air terjun Iguazu, di Sungai Iguazu, adalah salah satu air terjun terbesar di dunia. Air terjun ini membentang lebih dari 2.700 meter dalam bentuk setengah lingkaran. Dari 275 air terjun yang jatuh yang secara kolektif membentuk air terjun Iguassu, 'Tenggorokan Setan' adalah yang tertinggi dengan ketinggian 80 meter.

Air terjun Iguazu terletak di perbatasan antara negara bagian Paran�, Brazil dan provinsi Misiones, Argentina dan dikelilingi oleh dua Taman Nasional (BR/ARG). Keduanya hutan hujan subtropis yang merupakan tempat tinggal ratusan spesies flora dan fauna langka dan terancam punah.

5. Pulau Jeju

pulau juju

Sebuah pulau vulkanik, sekitar 130 kilometer dari pantai selatan Korea. Merupakan pulau terbesar sekaligus provinsi terkecil di Korea. Pulau ini memiliki luas permukaan 1.846 kilometer persegi. Fitur utamanya adalah Hallasan, gunung tertinggi di Korea Selatan dan gunung berapi aktif, dengan ketinggian 1.950 meter di atas permukaan laut. Gunung ini dikeliling sekitar 360 anakan gunung berapi.

6. Sungai Bawah Tanah Puerto Princesa

puerto princesa

Berlokasi sekitar 50 kilometer sebelah utara dari kota Puerto Princesa, Palawan, Filipina. Bentang alam ini memiliki pegunungan kapur dengan sungai bawah tanah yang dapat dilayari sepanjang 8,2 kilometer. Sebuah ciri khusus dari sungai adalah ia berkelok dalam gua sebelum mengalir langsung ke Laut Cina Selatan.

Menyajikan formasi utama stalaktit dan stalagmit, dan beberapa ruang besar, sungai bawah tanah ini terkenal sebagai yang terpanjang di dunia. Di mulut gua, laguna bening dibingkai oleh pohon-pohon purba yang tumbuh tepat di tepi air. Monyet, biawak besar, dan tupai menjadikan ceruk di pantai dekat gua sebagai tempat tinggalnya.

7. Table Mountain

table mountain

Merupakan ikon Afrika Selatan dan satu-satunya situs alami di planet ini untuk memiliki konstelasi bintang yang diberi nama yang sama - Mensa, yang berarti �meja�. Gunung berpuncak datar ini telah bertahan enam juta tahun erosi dan merupakan tempat tinggal kerajaan flora kecil tapi terkaya dengan lebih dari 1.470 spesies bunga. Gunung ini memiliki sejumlah besar spesies langka dan terancam punah. Ini adalah situs yang paling dikenal di Cape Town, pintu gerbang Afrika, karena puncak datarnya yang unik dan mencapai 1.086 m dpl.

Sumber : nasional.vivanews.com

03/11/11

Ternyata Kualitas Manusia Indonesia di Bawah Malaysia

Badan Pembangunan Perserikatan Bangsa Bangsa (United Nation Development Program, UNDP) merilis Indeks Pembangunan Manusia atau Human Development Index dari 182 negara, Rabu, 2 November 2011. Dalam laporan itu, Indeks Pembangunan Manusia Indonesia ternyata hanya 0,617. Ini artinya Indonesia berada di peringkat 124 dari 187 negara. Peringkat ini jauh tertinggal dari Malaysia yang berada pada posisi 61 dunia dengan angka 0.761.

pemukiman kumuh

Peringkat Indonesia juga tercatat berada di bawah rata-rata kawasan Asia Timur dan Pasifik, yaitu 0,671, Indeks Malaysia berada di atasnya. Indonesia tertinggal di hampir semua sektor dibanding Malaysia. Untuk indeks kesehatan, yang diukur dari angka harapan hidup, Indonesia berada di angka 69,4 tahun sedangkan Malaysia 74,2 tahun. Begitu pula dengan indeks pendidikan, yaitu angka harapan rata-rata tahun sekolah. Indonesia hanya 0.584, sementara Malaysia 0.730.

Dari sisi penghasilan, pendapatan per kapita Indonesia baru sekitar US$3.716, sedangkan Malaysia hampir empat kali lipat lebih besar, yakni US$13.685. Indonesia juga masih tertinggal soal keberlanjutan ekonomi (sustainability) yang diukur berdasarkan jumlah tabungan bersih. Indonesia hanya 11.0 sedangkan Malaysia di 15.4.

Indonesia cuma unggul dalam hal indeks ketidaksetaraan gender dan jumlah populasi. Indeks ketidaksetaraan gender Indonesia 0,505 sedangkan Malaysia 0,286. Untuk populasi, Indonesia saat ini sudah memiliki 242.325.000 penduduk, sementara Malaysia hanya 28.859.200.

Untuk indeks ketidaksetaraan gender, Indonesia berada pada angka 0.504 dan untuk indeks kemiskinan multidimensional 0.095 persen. Untuk kedua ukuran ini UNDP tidak memiliki data untuk Malaysia. Kabar baiknya, dari tahun ke tahun, Indeks Pembangunan Manusia Indonesia mengalami peningkatan, meskipun tipis. Human Development Index Indonesia pada 2011 berada pada angka 0,617, naik dari skor 2005 yaitu 0,572 dan indeks tahun 2000 yakni 0,543.

Toh demikian, angkanya masih jauh di bawah rata-rata negara lain di kawasan. Malaysia saat ini berada di angka 0.761, meningkat dari angka 2005 sebesar 0,738 dan tahun 2000 yakni 0.705. Singapura lebih tinggi lagi--saat ini 0,866, tahun 2005: 0,835, dan pada 2000: 0,801.

Yang memiriskan, Indonesia juga berada di bawa rata-rata Human Development Index dunia yang saat ini telah mencapai angka 0,682--pada tahun 2005 adalah 0,660 dan tahun 2000 sebesar 0,634. Di kawasan Asia Timur dan Pasifik, Human Development Index rata-rata saat ini berada pada angka 0,671, meningkat dibanding tahun 2005 yang 0,622 dan tahun 2000 di angka 0,581.

Sumber : dunia.vivanews.com

01/11/11

1000 Orang Telanjang Demi Laut Mati. Bagaimana dengan Komodo?

Jalan panjang dilalui Pulau Komodo di ajang pemilihan 7 keajaiban dunia baru atau New7Wonders of Nature. Diawali pada 2007 lalu, Indonesia mencalonkan tiga lokasi: Taman Nasional Komodo, Danau Toba, dan Gunung Anak Krakatau. Dua tahun berikutnya, komodo resmi menjadi salah satu dari 28 finalis.

laut mati

Kini, hari-hari terakhir perjuangan komodo makin dekat. Tak hanya berjuang untuk meraup banyak dukungan hingga batas akhir, 11 November 2011, komodo juga menghadapi saingan berat dan kampanye yang tak main-main dari para penantang.

Salah satunya Laut Mati yang jadi jagoan tiga negara sekaligus: Palestina, Yordania, dan Israel. Bayangkan, demi menaikkan jumlah dukungan di ajang New7Wonders, 1.000 orang Israel rela telanjang dan mengapung bersama, juga ditutupi lumpur, di perairan dengan kadar garam tertinggi dunia itu.

Aksi tersebut diabadikan melalui foto oleh seniman asal Amerika Serikat, Spencer Tunick. Gambar tersebut disebarkan secara online untuk menarik perhatian masyarakat luas terhadap nasib lingkungan yang terdegradasi, sekaligus mendukung kampanye global Laut Mati menjadi salah satu dari 7 keajaiban dunia baru.

Situs milik Tunick yang memuat foto ekstrem tersebut juga mengarahkan pemirsa untuk memilih Laut Mati dalam ajang New7Wonders of Nature. "Saya merasa perlu melakukannya, karena level air laut mati semakin menurun. Dalam waktu dekat, orang tak akan lagi bisa mengapung di Laut Mati, karena bisa jadi tak ada lagi air di sana," kata dia seperti dimuat Telegraph.

Ia juga mengakui, sengaja membuat seni instalasinya sebelum November, untuk mendorong perolehan suara mendukung Laut Mati. Dewan Pengurus Laut Mati menganggap, apa yang dilakukan Tunick terlalu provokatif. Mereka sudah berusaha mencegahnya, namun usaha mereka tak mempan.

Kampanye gencar juga dilakukan Kanada untuk mempromosikan Bay of Fundy. Sejumlah pesohor tampil di sebuah video, untuk menunjukkan bukti kecintaannya pada teluk itu. Mereka bersenang-senang dan berkotor-kotoran, bergulat dalam lumpur sembari mengkampanyekan fitur-fitur menarik di sana.

Bagaimana dengan Pulau Komodo, jagoan Indonesia di ajang New7Wonders?

Ketua Ketua Pendukung Pemenangan Komodo, Emmy Hafild mengatakan, sejumlah strategi telah dilakukan. "Kami memakai tokoh masyarakat. Kan sudah ada Pak JK, Slank, RAN. Promosi kami tak sampai seekstrem itu," kata dia, saat dihubungi VIVAnews.com, Senin 31 November 2011. 

komodo

Strategi yang lain, dia menambahkan, dengan menggandeng sponsor perusahaan layanan telekomunikasi, untuk menghilangkan biaya SMS dukungan untuk Komodo, atau hanya menjadi Rp1. "Dengan begitu saja sudah bergulir sendiri, kami juga kampanye ke sekolah-sekolah," tambah dia. Penggalangan dukungan juga dilakukan lewat media massa.

Tak tertarik membuat gebrakan seperti yang dilakukan Laut Mati dan Kanada? "Nggak perlu kayaknya, makanya kita ajak media-media dan masyarakat untuk vote," kata Emmy. Untuk mendukung komodo, warga Indonesia tak perlu mempertontonkan aurat. Cukup ketik SMS bertuliskan 'KOMODO' dan kirimkan ke 9818.

Sumber : nasional.vivanews.com

31/10/11

Menelusuri Jejak Suku Pemburu Kepala

Sebuah jembatan gantung sepanjang 50 meter langsung menarik perhatian kami begitu memasuki kawasan ?Mari-Mari Village?, sekitar 25 menit perjalanan dari Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia. Sekitar lima meter di bawahnya, air sungai nan bening mengalir di antara bebatuan besar, menimbulkan suara gemericik. Tanpa komando, kami saling bertukar kamera dan berpose dengan latar pemandangan asri tersebut.

Mari-Mari Village

Namun baru beberapa langkah selepas ujung jembatan, 10 pemuda bertelanjang dada muncul tiba-tiba dari balik semak-semak dan bebatuan sambil mengeluarkan teriakan-teriakan yang tak saya pahami. Dengan menggenggam tombak, mandau, dan senjata tajam jenis lainnya, mereka seolah mengepung kami dengan pandangan awas, penuh selidik. Saya dan sembilan anggota rombongan wartawan berbagai media dari Jakarta dan Bandung terkejut bukan main. Tawa dan canda kami sontak terhenti. Suasana tegang untuk beberapa jenak.

Sejurus kemudian, seorang kepala suku berikat bulu-bulu burung di kepala mendekati rombongan dan berbicara dengan salah satu anggota rombongan yang kami tuakan. Dialog pun terjadi. Ketua rombongan kami, Baskoro, dari Indonesia AirAsia, berbicara sambil memegang pundak kanan Adam, si kepala suku, dan sebaliknya.

Setelah berbasa-basi dan meminta maaf atas kegaduhan yang dibuat rombongan, Baskoro berujar, "Kami sengaja datang untuk mengenal lebih dekat kehidupan budaya setempat.? Keduanya kemudian bersalaman dan kami pun diizinkan memasuki perkampungan tersebut. Beberapa meter sebelum memasuki pekarangan, dengan terbungkuk-bungkuk seorang nenek berpenampilan mirip penyihir mencipratkan air ke arah tubuh kami satu per satu. Konon, air itu mengandung jampi-jampi sebagai penolak bala dari segala kemungkinan yang tak dikehendaki selama berkunjung di perkampungan itu.

Mari-Mari Village

Berada di area seluas 7,5 hektare di kaki pegunungan nan asri, Mari-Mari Village merupakan desa wisata sejarah yang sengaja dibangun untuk memperkenalkan seni budaya lima suku terbesar yang tinggal di Sabah pada masa 300-500 tahun silam. Kelima suku itu adalah Kadazan Dusun, Bajo, Lundayeh, Murut, dan Rungus. Meski menjadi obyek wisata, hutan di sana dibiarkan tetap perawan demi menjaga keseimbangan ekosistem flora dan fauna di dalamnya.

Sepanjang perjalanan mengitari perkampungan, kicau burung dan suara-suara binatang hutan lainnya masih terdengar. Secara umum, tipe rumah panggung kelima suku itu mirip: terbuat dari kayu, bambu, ijuk, dan menempatkan kamar tidur perempuan di bagian atas. Hanya rumah suku Bajo asal Sulawesi yang terlihat lebih besar dan megah karena mereka umumnya dikenal sebagai saudagar.

Di awal kunjungan, kami berkenalan dengan suku Kadazan Dusun, kelompok etnis terbesar di Sabah. Suku ini dikenal mahir membuat minuman arak dari beras yang difermentasi dengan ragi (semacam air tape ketan). Soal rasa manis atau masam, tergantung suasana hati si pembuat. Bila sedang riang dan penuh senyum, niscaya rasa arak akan manis. Dan sebaliknya.

Di suku ini juga diperagakan cara memasak dengan bambu. Beberapa perwakilan rombongan diminta meracik sendiri makanan untuk dimasak. Aneka bumbu dan lauk-pauk sudah disediakan. Semua bahan dicampur, dibungkus dengan daun pisang, lalu dimasukkan ke dalam bambu dan dipanggang di atas tungku. Hasilnya dinikmati bersama saat waktu makan siang tiba.

Mari-Mari Village

Tapi yang paling menarik perhatian pengunjung, terutama para turis asing, adalah kisah kehidupan suku Murut. Di masa lalu, suku ini dikenal sebagai pemburu kepala. Menurut kepercayaan mereka, jika pria dari suku Murut akan menikah, minimal harus menyediakan satu kepala untuk keluarga gadis yang dinikahinya. Semakin banyak tengkorak kepala yang menghiasi rumah, si pemiliknya kian disegani masyarakat.

?Tapi itu masa lampau. Kini, adat istiadat macam itu tak berlaku lagi. Kami sudah membaur dalam kehidupan modern,? kata Bong Muin Salim atau akrab disapa Cik Bong, yang menjadi pemandu kami selama di Kinabalu. Ia mengaku, selain memiliki darah Filipina, juga berasal dari suku Kadazan.

Untuk membuktikan suku-suku itu sudah membaur dengan kehidupan modern, Adam, sang kepala suku, tiba-tiba nyeletuk, ?Kembali ke laptop!? Ia terbahak. Selain Bukan Empat Mata yang diasuh Tukul Arwana, Opera Van Java yang dibintangi Sule, serta Cinta Fitri menjadi favoritnya. ?Televisi Indon, bagus-bagus, variatif. Kami sangat suka,? ujarnya.

Suku Rungus lain lagi. Mereka mahir membuat sumber api dari bambu. Caranya, kulit luar bambu diserut, kemudian bambu dibelah dua. Hasil serutan dimasukkan ke dalam belahan bambu, kemudian ditutup. Lalu digesek-gesekkan dengan bambu lain hingga mengeluarkan panas. Sumber panas yang menempel di serutan bambu tadi mulai berasap. Lama-lama api pun menyala.

Sambil menanti menu makan siang tersedia, rombongan disuguhi aneka tarian dari suku-suku tersebut. Karena tinggal di pulau besar yang sama, Kalimantan, pakaian, pola hiasan, maupun jenis tarian mereka (tari bambu) amat mirip suku Dayak. Pengunjung dipersilakan untuk turut menari bersama mereka.

Tarif masuk ke obyek wisata ini RM 150 per orang (sekitar Rp 435 ribu), sudah termasuk makan siang. Bagi yang ingin menginap, tersedia penginapan dengan biaya semalam RM 40 (Rp 116 ribu).

Jika Negeri Jiran begitu kreatif menjual kampung primitif seperti itu, saya membayangkan kita pun pasti bisa lebih baik. Kehidupan suku Naga di Garut atau suku Badui di Banten, andai dikemas seperti itu, hasilnya pasti akan lebih menarik. Sebab, suasana kehidupan masyarakat di sana tentunya masih orisinal, bukan rekaan dan akting layaknya di Mari-Mari Village ini.

Sumber : tempointeraktif.com

Inilah 5 Seniman Paling Berpengaruh di Dunia

Seniman Tiongkok, Ai Weiwei menduduki peringkat teratas sebagai seniman paling berpengaruh 2011, versi Majalah ArtReview. Majalah ArtReview juga menerbitkan seratus orang lainnya. Berikut daftar lima urutan teratas.

ai weiwei

1.  Ai Weiwei (Tiongkok)

Ai Weiwei menciptakan instalasi seni biji bunga matahari di galeri Tate, London. Ia dikenal dengan ambisinya atas proyek-proyek berskala besar seperti stadion sarang burung untuk Olimpiade Beijing. Ai Weiwei, 51 tahun, dikenal sebagai seniman kontemporer Tiongkok. Ia adalah putra salah seorang penyair terkenal Tiongkok, Ai Qing.

Ia belajar di Akademi Film Beijing sebelum menjadi pendiri kelompok yang disebut "Bintang". Namun ia juga dikenal sebagai kritikus pemerintah komunis Tingkok. Ia menulis blog yang ditutup saat ia menerbitkan nama 5.835 siswa yang tewas dalam gempa Sichuan 2008. Ai Weiwei sempat mendekam 81 hari di penjara atas tuduhan "kejahatan ekonomi", namun banyak pengamat mengatakan hukuman itu karena ia terlalu vokal.

2.  Hans Ulrich Obrist (Swiss) dan Julia Peyton-Jones (Inggris)

Majalah ArtReview menyebut dua seniman ini sebagai "dinamo kurator". Mereka adalah seniman di balik galeri Serpentine, di London. Obrist pertama kali hadir di Serpentine sebagai kurator tamu tahun 1995. Namun kemudian ia mejadi kurator penuh tahun 2006 dan bekerjasama dengan Peyton-Jones untuk menjadikan Sepertine sebagai pusat diskusi seni kontemporer. Peyton-Jones menjadi direktur Serpentine sejak 1991 dan ia juga membentuk paviliun galeri yang menampilkan karya arsitektur besar seperti Frank Gehry, Oscar Niemeyer, dan Daniel Libeskind.

3.  Glenn D Lowry (Amerika Serikat)

Lowry adalah direktur Museum Seni Modern New York sejak tahun 1995. Ia memimpin 750 karyawan dan aktif dalam pameran dan penerbitan. Di bawah kepemimpinannya, museum ini mendapatkan karya besar seperti Henri Matisse, Andy Warhol, Gerhard Richter, dan Louise Bourgeois. Museum ini juga menyelenggarakan pameran besar termasuk: Empat puluh tahun dan Mattisse Picasso.

Namun para kritikus mengatakan ia meningkatkan biaya masuk ke museum itu dari US$20 menjadi US$25 tahun ini. Tetapi museum tetap yakin para pengunjung dapat menerima kenaikan setelah tetap mempertahankan harga selama tujuh tahun.

4.  Larry Gagosian (Amerika Serikat)

Gagosian disebut "pengusaha seni terbesar dunia". Pialang seni Larry Gagosian turun dari tempat teratas 100 seniman paling berpengaruh. Namun tetap saja ia meningkatkan usahanya dengan menyelenggarakan 58 pameran di 11 galeri termasuk pameran oleh Bob Dylan dan Takashi Murakami. Ia juga menyelenggarakan pamaeran Picasso: tahun-tahun di laut tengah, di galeri London pertengahan tahun ini.

Ia terkenal jarang memberi wawancara, dan hal itu semakin menambah misteri. Ia mengklaim memulai karir dengna menjual poster di jalan-jalan Los Angeles dan membuka galeri di New York dalam waktu 10 tahun. Galeri-galerinya bernilai US$1 miliar dari penjualan setiap tahun. Ia melakukan perjalanan bisnis dengan jet pribadinya.

5.  Anton Vidokle (Russia), Julieta Aranda (Mexico) and Brian Kuan Wood (AS)

Vidokle, Aranda, dan Wood mendirikan e-flux,surat yang dibagikan kepada 50.000 pembaca di seluruh dunia melalui email setiap hari. Email-email ini digunakan oleh sejumlah galeri seperti Tate Modern, London, Venice Biennale, Italia, dan Art Basel di Swiss untuk mempromosikan kegiatan. Email ini dimulai tahun 1998 saat Vidolke menyelenggarakan pameran satu malam di Holday Inn, New York.

Ia tidak memiliki uang untuk publisitas dan mulai mengirim undangan melalui email. Secara mengejutkan, ratusan orang datang, dan dari situlah, muncul ide email yang diluncurkan beberapa bulan kemudian. Organisasi ini telah berkembang pesat dan menyelenggarakan berbagai proyek di seluruh dunia, dan juga menerbitkan jurnal rutin dengan esai dari sejumlah seniman besar.

Sumber : erabaru.net

Advertisements

Advertisements